PALANGKA RAYA–Masa kepemimpinan H. Sugianto Sabran sebagai Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) resmi berakhir setelah dua periode memimpin. Ia berkiprah selama 10 tahun dalam membangun Bumi Tambun Bungai akan selalu dikenang, terutama kebijakan-kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalteng.
“Sugianto itu sosok pemimpin yang merakyat dan selalu memikirkan kepentingan warganya.
Beliau juga selalu mengajak diskusi bagaimana program pemerintah bisa langsung dirasakan masyarakat. Banyak kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” kata Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Nuryakin, Jumat (21/2)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya mengatakan, Hasil kepemimpinan Sugianto juga terlihat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, fasilitas kesehatan, hingga pendidikan.
“Kita lihat sendiri jalan-jalan banyak diperbaiki, rumah sakit baru dibangun, program beasiswa Tabe berjalan, dan ikon Bundaran Talawang menjadi kebanggaan daerah,” ucap Nuryakin.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalteng, Prof. H. Khairil Anwar, turut mengapresiasi dedikasi Sugianto dalam memajukan provinsi selama di periode ini.
“Pengabdian beliau selama dua periode ini menjadi amal jariyah dan inspirasi bagi kita semua untuk terus membangun Kalimantan Tengah yang lebih BERKAH, damai, dan maju,” ujarnya.
Sementara Mantan Gubernur Provinsi Kalteng H.Sugianto Sabran sendiri optimistis kepemimpinan selanjutnya akan mampu meneruskan pembangunan. Ia menyatakan keyakinannya terhadap pasangan Agustiar Sabran dan Edy Pratowo untuk membawa Kalteng ke arah lebih baik.
“Dengan pengalaman dan komitmen mereka, saya yakin masyarakat akan merasakan kesejahteraan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan agar program strategis yang telah berjalan tidak terhenti.
“Seorang pemimpin harus hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar janji politik. Dengan kerja sama semua pihak, Kalteng bisa terus maju,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)








