Lamandau Tumbuh Stabil: Kemiskinan Turun, Ekonomi Naik, Pangan Tetap Terjaga

- Publisher

Selasa, 23 September 2025 - 16:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ist/Foto: Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra

Ist/Foto: Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra

NANGA BULIK – Kabupaten Lamandau mencatat sejumlah indikator strategis pembangunan daerah pada 2024–2025 yang menunjukkan tren positif. Meski masih menghadapi tantangan di sektor harga dan produksi pangan, kinerja ekonomi, sosial, hingga kesejahteraan masyarakat relatif stabil.

Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan ekonomi Lamandau pada Triwulan II-2025 mencapai 3,44 persen (year-on-year). Sementara dari sisi harga, Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat 0,20 persen pada Juli, naik tipis menjadi 0,21 persen pada Agustus, lalu terkoreksi minus 0,65 persen pada minggu ketiga September.

Dari aspek sosial, persentase penduduk miskin hanya 3,33 persen (Maret 2025), jauh di bawah rata-rata nasional. Tingkat pengangguran terbuka juga tergolong rendah, yakni 3,17 persen pada Agustus 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasio gini sebesar 0,28 menegaskan ketimpangan di Lamandau masih pada kategori rendah (<0,4). Kondisi ini menunjukkan distribusi pendapatan masyarakat relatif merata.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamandau pun mencapai 73,95 pada 2024, masuk kategori tinggi. Indikator lain juga mendukung: umur harapan hidup 73,59 tahun, harapan lama sekolah 12,53 tahun, dan rata-rata lama sekolah 8,82 tahun. Rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan tercatat Rp12,28 juta per tahun.

Baca Juga :  Dua Paslon Pilkada Barito Utara Didiskualifikasi, MK Tegas Tolak Politik Uang

Dari sisi makroekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) Lamandau mencapai Rp2,189,5 miliar pada Triwulan II-2025. Jika dihitung per kapita, nilainya setara Rp79,71 juta per tahun (2024).

Jumlah penduduk Lamandau berdasarkan proyeksi sensus 2020 mencapai 105,21 ribu jiwa pada 2025, menjadi salah satu kabupaten dengan populasi terkecil di Kalimantan Tengah, namun dengan capaian indikator pembangunan cukup kompetitif.

Di sektor produksi pangan, luas panen padi pada 2024 mencapai 288,41 hektare dengan total produksi beras sebesar 473,07 ton. Meski belum besar, sektor pertanian tetap menjadi penopang kebutuhan pangan lokal.

Sementara itu, perkebunan sawit rakyat masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Tahun 2024 tercatat luas areal sawit rakyat mencapai 35.991 hektare dengan produksi tandan buah segar mencapai 112.071 ton.

Baca Juga :  Dinas TPHP Kalteng Berkoordinasi Dengan Ditjen PSP Kementan, Terkait Kontrak Pekerjaan Cetak Sawah

Menanggapi capaian ini, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa pencapaian indikator pembangunan tidak boleh membuat daerah terlena.

“Capaian ini memang membanggakan, terutama rendahnya angka kemiskinan dan ketimpangan. Namun kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada PR besar dalam meningkatkan produktivitas pangan, memperkuat daya saing ekonomi daerah, dan menjaga stabilitas harga agar tidak terlalu fluktuatif,” ujarnya, Senin (22/9).

Rizky menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan program pembangunan yang menyentuh langsung masyarakat. “Fokus kami adalah mendorong sektor pertanian dan perkebunan rakyat agar semakin produktif, sekaligus memperkuat kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi Lamandau bisa lebih inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Secara umum, potret pembangunan Lamandau menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, penguatan kualitas hidup, dan pemerataan kesejahteraan. Semangat pemerintah daerah untuk menjaga momentum ini diharapkan mampu menjadikan Lamandau sebagai kabupaten yang terus melaju dengan pembangunan yang berkeadilan. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi
Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Data dan Kajian Risiko
Agustiar Sabran Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jadi Kunci Stabilitas Pembangunan Kalteng
Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Digitalisasi Pemerintahan, Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Agustiar Sabran Temui Massa, Dukung Aspirasi Penguatan Program MBG
Pemprov Kalteng Matangkan Program Kuliah Gratis Huma Betang Sejahtera
Kalteng Borong 11 Emas di Pesparawi Nasional XIV, Siap Bidik Prestasi Lebih Tinggi
Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Wujudkan Keluarga Berkualitas dan Provinsi Layak Anak
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:42 WIB

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:39 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Data dan Kajian Risiko

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:40 WIB

Agustiar Sabran Tegaskan Sinergi Pemprov dan Polri Jadi Kunci Stabilitas Pembangunan Kalteng

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:34 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Sinergi Digitalisasi Pemerintahan, Pelayanan Publik Jadi Prioritas

Senin, 29 Juni 2026 - 23:36 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Program Kuliah Gratis Huma Betang Sejahtera

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB