PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Langkah ini merupakan bagian dari realisasi visi dan misi pemerintah daerah di bidang pendidikan dan kesehatan.
Upaya tersebut selaras dengan program perlindungan sosial seperti Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) yang digagas Pemprov Kalteng. Dalam kegiatan sosialisasi program pasar murah dan bantuan sektor keuangan, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung menyampaikan berbagai program bantuan kepada masyarakat.
Kegiatan yang semula dirancang sebagai pasar murah spesial Ramadan bagi mahasiswa itu kemudian berubah menjadi pembagian sembako gratis. Selain itu, para mahasiswa juga menerima bantuan uang saku sebesar Rp100 ribu per orang. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Istana Isen Mulang, Rabu (11/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya di hadapan ratusan mahasiswa, Gubernur Agustiar Sabran memaparkan peta jalan pembangunan kesejahteraan yang sedang dijalankan pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa Pemprov Kalteng secara rutin menggelar program pasar murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Menurutnya, pasar murah direncanakan digelar minimal empat kali dalam setahun dan bisa mencapai enam kali, tergantung kondisi kebutuhan masyarakat.
“Program ini bagian dari visi misi pemerintah daerah, di dalamnya ada sektor pendidikan dan kesehatan. Pasar murah paling sedikit empat kali dalam setahun, bisa sampai enam kali,” ujar Agustiar Sabran.
Selain pasar murah, pemerintah provinsi juga menyiapkan bantuan uang tunai yang akan disalurkan dua kali dalam setahun guna membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.
Meski program ini masih berada pada tahap sosialisasi dan belum semua masyarakat terdata secara resmi sebagai penerima manfaat, gubernur memastikan bantuan tetap diberikan kepada para peserta yang hadir.
“Hari ini walaupun belum terdaftar karena masih tahap sosialisasi, bantuan tetap kita bagikan. Proses pembagiannya mungkin selesai dalam satu atau dua hari,” jelasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, langsung memimpin teknis penyaluran bantuan uang tunai Rp100 ribu per orang di lokasi kegiatan. Ia menegaskan bahwa dana yang dibagikan merupakan bantuan resmi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Uang ini adalah dana resmi dari pemerintah provinsi,” tegasnya.
Reza juga mengapresiasi dukungan Bank Kalteng yang membantu mempercepat proses pencairan dana sehingga bantuan dapat langsung disalurkan pada hari yang sama.
Agar proses penyaluran berjalan tertib, panitia menyiapkan delapan meja layanan dan menerapkan aturan ketat. Setiap mahasiswa hanya diperbolehkan menerima satu bantuan tanpa perwakilan.
“Satu orang satu, tidak boleh titip-menitip,” tegas Reza kepada para peserta.
Di akhir kegiatan, Gubernur Agustiar Sabran juga menyampaikan pesan moral kepada para mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa kekayaan maupun jabatan bukanlah hal yang abadi, melainkan nilai kebaikan dan warisan positif yang akan dikenang.
Menurutnya, generasi muda Kalimantan Tengah harus memiliki karakter kuat, pola pikir yang baik, serta sikap yang berintegritas untuk membangun daerah di masa depan.
“Pak Gubernur ingin anak-anak di Kalteng memiliki karakter baik, mindset yang positif, dan attitude yang baik,” pungkasnya.(nr)








