Pemprov Kalteng Targetkan Angka Stunting 2025 Turun di Angka 20,6%

- Publisher

Senin, 14 April 2025 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAKIL GUBERNUR - Edy Pratowo bersama Ketua TP-PKK Kalteng Aisyah Agustiar Sabran, Kepala Bapperida Kalteng Leonard, narasumber, serta Bupati Wali kota se-Kalteng.(IST)

WAKIL GUBERNUR - Edy Pratowo bersama Ketua TP-PKK Kalteng Aisyah Agustiar Sabran, Kepala Bapperida Kalteng Leonard, narasumber, serta Bupati Wali kota se-Kalteng.(IST)

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan rapat koordinasi Percepatan Penurunan Stunting (PPS) tahun 2025, untuk mencapai target penurunan yang signifikan di tahun 2025.

Bertempat di Aula Bapperida Kalteng, Wakil Gubernur Edy Pratowo membuka resmi rapat koordinasi ini, dengan menyaksikan langsung penandatanganan komitmen bersama penurunan stunting oleh Bupati/Wali kota/perwakilan kabupaten kota. Senin, 14 April 2025.

Dalam sambutannya, penurunan stunting di Kalimantan Tengah menjadi program prioritas Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dalam 100 hari kerja. Program ini disusun dengan menyelaraskan Asta Cita Presiden melalui Makan Bergizi Gratis, lumbung pangan nasional dan pencegahan stunting.

“Dari hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka prevalensi stunting Kalteng mengalami penurunan sebesar 3,4%. Dari 26,9% pada tahun 2022 turun menjadi 23,5 persen di tahun 2023,” ungkap Edy.

Edy Pratowo mengatakan, pada tahun 2025 harus menguatkan koordinasi penurunan stunting dari kabupaten kota, dengan target prevalensi di angka 20,6%.

”Target pada tahun 2025 ini 20,6%. Perlu menguatkan konvergensi antar program lintas sektoral melalui pemetaan, perencanaan, penganggaran, dan penyusunan rencana kerja,” imbau Edy Pratowo.

Baca Juga :  Bupati Rizky Sebut Festival Babukung dan Lamandau Expo 2025 Di Meriahkan Artis Nasional

Dalam forum ini ia mengharapkan adanya langkah konvergensi yang dipersiapkan bersama, lebih efektif dan efisien dari sebelumnya, serta angka prevalensi 2024 diharapkan mengalami penurunan.

”Diharapkan menguatkan langkah-langkah konvergensi menurunkan stunting, melalui pemetaan dan penganggaran, serta menurunnya angka stunting tahun 2024 secara signifikan,” harapnya.

Adapun rapat ini menetapkan target kinerja dan pencapaian penurunan stunting dari kabupaten kota, dengan kolaborasi pemerintah daerah bersama stakeholder terkait. (dcc/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru