PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui pelaksanaan harian (Plh) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekretariat Daerah Kalteng, Maskur, secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pemberangkatan Jemaah Calon Haji Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Kegiatan ini digelar di Ballroom Hotel Luwansa Palangka Raya, Senin (28/4).
Dalam sambutan yang mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Maskur menyampaikan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1196 Tahun 2024, jumlah kuota haji untuk provinsi tersebut tahun ini mencapai 1.612 jemaah. Para jemaah akan diberangkatkan melalui Embarkasi Haji Banjarmasin, terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), dengan kloter pertama dijadwalkan masuk asrama haji pada 8 Mei 2025.
“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Oleh karena itu, kami meminta seluruh Pemerintah Kabupaten dan Kota memastikan kesiapan logistik, transportasi, serta akomodasi bagi para jemaah,” ujar Maskur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menekankan pentingnya penataan jadwal keberangkatan menuju embarkasi, baik melalui jalur darat maupun udara, dengan tetap menjamin aspek keselamatan dan kenyamanan calon haji.
Tak hanya itu, Maskur mengingatkan agar seluruh dokumen penting seperti paspor, visa, bukti kesehatan, serta perlengkapan pribadi jemaah dipastikan lengkap untuk menghindari hambatan administratif di Tanah Suci.
“Penyesuaian kloter juga perlu disesuaikan dengan asal domisili jemaah agar proses keberangkatan berjalan lebih efisien dan tertib,” tambahnya.
Maskur secara khusus menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan yang maksimal, terutama untuk jemaah lansia dan mereka yang memiliki kondisi medis khusus. Ia meminta agar Tim Kesehatan Haji memberikan layanan optimal sejak pra-keberangkatan hingga di Arab Saudi.
“Kondisi fisik yang prima sangat menentukan kelancaran ibadah haji. Karenanya, peran tenaga medis sangat vital dalam menjaga stabilitas kesehatan para jemaah,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh petugas haji daerah menjunjung tinggi tanggung jawab dan etika pelayanan selama mendampingi jemaah di Tanah Suci.
“Petugas bukan sekadar pendamping, tetapi juga duta pelayanan publik yang membawa nama baik pemerintah daerah,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng, Ahmad Pahruka, menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi antara Pemprov Kalteng, instansi vertikal seperti Kementerian Agama, serta pemerintah kabupaten/kota, dalam rangka pemantapan persiapan pemberangkatan jemaah haji tahun ini.
“Rapat ini kita menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi untuk memantapkan persiapan pemberangkatan jamaah haji,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Wakil Bupati se-Kalimantan Tengah, Kepala Instansi Vertikal, serta para Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalteng yang terkait dalam penyelenggaraan ibadah haji. (nr/sekaltengcom)








