LAMANDAU – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-80, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (17/10/2025) di halaman Kantor Ketahanan Pangan Lamandau.
Acara dibuka oleh Asisten II Setda Lamandau, Meigo Bisel, mewakili Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra. Dalam sambutannya, Meigo menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya dijamin oleh konstitusi.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami berupaya menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan strategis, serta meningkatkan daya beli masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah,” ujar Meigo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, program GPM juga menjadi upaya nyata Pemkab Lamandau dalam mengendalikan inflasi daerah, sekaligus membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.
Kegiatan GPM kali ini menyediakan tujuh komoditas pangan utama yang dijual dengan harga subsidi antara 5 hingga 35 persen dari harga pasar. Langkah ini diharapkan mampu menekan pengeluaran rumah tangga dan menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi nasional.
Daftar harga komoditas di GPM Lamandau:
Beras premium 5 kg Rp61.000 (HET Rp88.000, subsidi Rp27.000) Telur ayam Rp48.000/piring (subsidi Rp17.000), Gula pasir Rp14.000/kg (subsidi Rp4.000), Minyak goreng Rp16.000/liter (subsidi Rp8.000), Cabai rawit Rp18.000/0,5 kg (subsidi Rp10.000), Bawang putih Rp33.000/kg (subsidi Rp10.000), Bawang merah Rp33.000/kg (subsidi Rp12.000).
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lamandau, Aprimeno Sadbey, menjelaskan bahwa kegiatan ini didanai melalui DPPA-SKPD Dinas Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2025, bekerja sama dengan distributor dan pelaku usaha lokal.
“Tujuan GPM bukan sekadar menjual bahan pokok murah, tapi memperkuat ketahanan pangan daerah, menstabilkan harga, serta memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dasarnya,” jelas Aprimeno.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tertib selama kegiatan berlangsung dan tidak berdesak-desakan saat membeli bahan pangan bersubsidi.
Menurutnya, GPM menjadi wujud sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap gerakan ini bisa meringankan beban warga dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)








