Pasar Murah Tekan Inflasi, Harga Pangan di Lamandau Melandai

- Publisher

Rabu, 10 September 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASAR MURAH : Pasar murah yang di lakukan oleh pemerintah Kabupaten Lamandau, belum lama ini.(IST)

PASAR MURAH : Pasar murah yang di lakukan oleh pemerintah Kabupaten Lamandau, belum lama ini.(IST)

NANGA BULIK – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Lamandau menunjukkan tren penurunan pada awal September 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perubahan Harga (IPH) M1 September 2025 di Lamandau turun sebesar 0,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Komoditas yang paling berkontribusi terhadap penurunan harga antara lain bawang merah dengan andil -0,3971 persen, bawang putih -0,135 persen, dan telur ayam ras -0,084 persen. Kondisi ini dinilai tidak terlepas dari efektivitas program pasar murah yang gencar digelar pemerintah daerah.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Gerebek Truk Overload di Tengah Malam: Ini Dana Rakyat Harus Dijaga Bersama Bukan Dirusak!

Bupati Lamandau, Rizki Aditya Putra, menegaskan bahwa pasar murah terbukti menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program pasar murah yang telah kita laksanakan tidak hanya membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga mampu menekan inflasi daerah,” ujar Rizki, Rabu (10/9).

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada mitra swasta dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan pasar murah sehingga dapat berjalan lancar.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Bahas Rancangan APBD 2026, Fokus pada Efisiensi dan Prioritas Pembangunan

“Kami akan terus berupaya menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Selain menggelar pasar murah, Pemkab Lamandau juga berkomitmen untuk memperkuat pemantauan harga pangan di tingkat regional Kalimantan Tengah. Langkah ini dipandang strategis agar pemerintah bisa mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi potensi gejolak harga di masa mendatang.(nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru