Pangan Lokal Jadi Andalan Kotim Atasi Masalah Stunting

- Publisher

Selasa, 20 Mei 2025 - 22:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAPAT : Plt DP3AP2KB Umar Kaderi saat menghadiri rapat terkait penanganan stunting, Selasa (20/5).(IST)

RAPAT : Plt DP3AP2KB Umar Kaderi saat menghadiri rapat terkait penanganan stunting, Selasa (20/5).(IST)

KOTAWARINGIN TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengedepankan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai solusi strategis dalam menanggulangi permasalahan stunting. Alih-alih bergantung pada makanan instan atau bantuan industri, program ini fokus pada konsumsi bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan masyarakat, seperti sayur-mayur, ikan segar, telur, serta buah-buahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kotim, Umar Kaderi, mengungkapkan bahwa pendekatan ini merupakan bentuk inovasi dalam menyiasati keterbatasan dana.

“Dengan keterbatasan anggaran, kami justru melihat potensi besar dari kearifan lokal. Pangan dari kebun dan dapur warga memiliki nilai gizi tinggi, lebih sehat, dan bisa diandalkan dalam jangka panjang,” ujarnya, Rabu (21/5).

Pelaksanaan program ini mengandalkan kolaborasi lintas sektor. Selain dukungan pemerintah daerah, sejumlah perusahaan turut berpartisipasi lewat program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), termasuk dukungan dari perbankan seperti Bank BRI. Masyarakat, khususnya para kader dan ibu-ibu di desa, ikut ambil bagian dengan menyiapkan menu sehat yang langsung diberikan kepada anak-anak berisiko stunting.

Salah satu program unggulan adalah Program Konsumsi Makanan Khusus (PKMK), yang bertujuan mendorong pergeseran pola konsumsi masyarakat menuju makanan alami dan bergizi yang bersumber dari lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Gelar Rakor Desa 2025, Dorong Desa Mandiri Berbasis Budaya Lokal

“Kita tidak hanya bicara tentang bantuan pangan, tetapi tentang membentuk kebiasaan baru dalam keluarga: makan sehat, murah, dan mudah dijangkau,” jelas Umar.

Langkah ini membuahkan hasil positif. Berdasarkan data terakhir, prevalensi stunting di Kotim berhasil ditekan dari angka 48,8 persen menjadi 35,5 persen pada tahun 2023. Pemerintah optimistis angka tersebut dapat terus menurun, bahkan ditargetkan turun di bawah 20 persen pada tahun 2024.

“Jika target itu tercapai, artinya kesadaran dan partisipasi masyarakat benar-benar menjadi kunci utama keberhasilan, bukan semata program pemerintah,” tutupnya. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru