OPD Kalteng Diminta Terus Lakukan Evaluasi Agar Inflasi Tetap Stabil

- Publisher

Senin, 6 Januari 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAKOR : Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko saat mengikuti rakor pengendalian inflasi secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (6/1).(IST)

RAKOR : Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko saat mengikuti rakor pengendalian inflasi secara virtual bersama Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (6/1).(IST)

PALANGKA RAYA – Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko hadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Tahun 2025 bersama Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (6/1).

Dalam arahannya Tito mengatakan pada bulan ke bulan (Month-to-Month) terjadi inflasi dengan kenaikan harga barang dan jasa, dari 0,3 persen (November 2024) ke 0,44 persen (Desember 2024).

“Peyumbang terbesar adalah makanan, minuman dan tembakau yaitu 1,33p persen,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut, kenaikan inflasi tersebut terjadi akibat adanya acara besar nasional yaitu natal dan tahun baru, sehingga terjadi peningkatan demand/permintaan terutama makanan dan minuman. Sedangkan untuk inflasi Years-on-Years, ada sedikit kenaikan dari 1,55 persen ke 1,57 persen, tetapi inflasi kita masih terkendali karena target Pemerintah Pusat,

“Angka inflasi berada di antara 1,5 persen – 3,5 persen atau 2,5 persen ± 1 persen. Andai terjadi kenaikan harga barang dan jasa, hal itu tidak memberatkan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Genjot Pembangunan Masjid Agung, Ditarget Rampung November

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pada minggu pertama Januari 2025, terdapat 36 Provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), satu Provinsi yang mengalami penurunan IPH, dan satu Provinsi yang IPH nya relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya.

“Pada minggu pertama Januari 2025, komoditas cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras dan daging ayam ras memberikan andil kenaikan IPH yang realtif besar,” sampainya.

Lebih lanjut dikatakan, harga cabai merah sampai dengan minggu pertama Januari 2025 naik sebesar 32,52 persen dibanding Desember 2024. Untuk telur ayam ras, naik sebesar 3,78 persen, Begitu juga dengan daging ayam ras naik 2,50 persen dan cabai rawit 29,12 persen.

Sementara Usai mengikuti rakor, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko meminta seluruh Perangkat Daerah terus melakukan evaluasi apa saja yang harus dibenahi agar inflasi di Provinsi Kalteng tetap stabil. 

Baca Juga :  Wagub Kalteng: Pentingnya Mempersiapkan dan Mewujudkan SDM yang Berkarakter dan Unggul

“Inflasi tahun 2024 yang stabil adalah hasil keberhasilan kita semua. Mudah-mudahan di tahun 2025, program-program pengendalian inflasi seperti pasar murah, pasar penyeimbang dan lain-lain tetap terus berlanjut,” pungkasnya.

Turut hadir dalam Rapat koordinasi tersebut unsur Forkopimda, Kepala Instansi Vertikal dan Kepala Perangkat Daerah Lingkup Provinsi Kalteng. Hadir pula Deputi III Bidang Perekonomian, Kantor Staf Presiden Edy Priyono, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto, Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Soffan, Staf Ahli Menteri Bidang Investasi, Kementerian Pertanian Suwandi, Kepala Divisi Pengadaan Pangan, Perum BULOG Yayat Hidayat Fatahilah, Direktur Pertimbangan Hukum, Jamdatun, Sila H Pulungan, Satgas Pangan Polri, Perwira Pembantu Utama Ekonomi Keuangan, Staf Ahli Panglima TNI Bidang Ekonomi, Keuangan dan Perdagangan Jayusman, serta Gubernur/Bupati/Wali Kota se-Indonesia. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru