PALANGKA RAYA – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-5 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng pada Kamis (12/6). Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk memperkuat peran DWP dalam mendukung pembangunan daerah di tengah dinamika era digital.
Penasehat DWP Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran DWP, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ia menekankan bahwa peran DWP kini tak lagi sebatas mendampingi ASN, tetapi juga menjadi motor penggerak di berbagai sektor pembangunan.
“Dharma Wanita telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan sosial yang mampu mendorong kemajuan di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi. Keterlibatan aktif para anggotanya mencerminkan semangat perempuan Indonesia dalam membangun negeri,” ujar Aisyah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Musda kali ini mengangkat tema “Penguatan Fondasi Transformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045”, sebuah tema yang mencerminkan kesiapan DWP untuk beradaptasi dan ikut berkontribusi dalam pembangunan jangka panjang nasional.
Mewakili Gubernur Kalimantan Tengah, Aisyah juga menegaskan pentingnya etika bermedia sosial di era digital. Ia mengajak seluruh anggota DWP agar lebih bijak dalam mengunggah dan menyebarkan konten di dunia maya.
“Media sosial bisa menjadi sarana penyebar nilai-nilai positif jika digunakan dengan bijak. Mari manfaatkan platform ini untuk menginspirasi, berbagi informasi yang membangun, dan menunjukkan kepedulian sosial,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DWP Provinsi Kalteng, Natalin Leonard S. Ampung, menyatakan bahwa Musda ini menjadi momentum untuk memperkuat struktur organisasi dan menyelaraskan kembali arah kebijakan agar tetap relevan dengan tantangan zaman.
“DWP merupakan salah satu organisasi perempuan terbesar di tanah air yang terus berkembang menjadi lembaga yang profesional dan modern. Sejak transformasi besar pada Munaslub 1999, DWP semakin konsisten membangun kapasitas perempuan dalam berbagai lini kehidupan,” ungkap Natalin.
Ia juga menyoroti pentingnya memperkokoh empat landasan utama organisasi: pengembangan sumber daya manusia yang tangguh dan berintegritas, peningkatan kesejahteraan keluarga, kerja sama lintas sektor, serta pengelolaan informasi yang akuntabel.
“Musda ini adalah ruang untuk introspeksi dan inovasi. Harapannya, dari sini akan lahir ide-ide segar yang bisa membawa DWP Provinsi Kalteng menjadi organisasi yang inklusif, adaptif, dan berdampak luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, Penasehat DWP Nunu Andriani Edy Pratowo, para istri pejabat Forkopimda, ketua dan pengurus DWP dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Suasana penuh semangat dan kolaboratif terasa mewarnai jalannya Musda, menandai tekad bersama untuk terus bergerak maju menghadapi era transformasi. (nr/sekaltengcom)








