LAMANDAU – Kabupaten Lamandau kian agresif mengembangkan diri. Tidak hanya sukses menggelar rangkaian festival besar seperti Babukung hingga Lamandau Expo, pemerintah daerah kini menargetkan lompatan lebih jauh: menjadikan Lamandau sebagai kota industri kreatif pertama di Kalimantan Tengah.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua program induk sebagai fondasi ekosistem kreatif daerah, yakni Lamandau Festival dan Lamandau Exotic. Kedua payung besar ini disebut akan menjadi penggerak utama pembentukan identitas kota berbasis kreativitas, budaya, dan ekonomi digital.
“Awal 2026 kita akan kick off Lamandau Festival. Sepanjang tahun sudah kita rancang kegiatan besar, termasuk sportaiment di akhir 2025 yang diproyeksikan menjadi magnet wisatawan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rizky menegaskan, pembangunan infrastruktur kreatif sedang dipercepat agar Lamandau tumbuh sebagai pusat industri kreatif yang betul-betul melibatkan generasi muda. Pemerintah ingin anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku kreatif yang produktif, inovatif, dan kompetitif.
“Infrastruktur kita siapkan untuk masa depan. Kita ingin anak-anak muda Lamandau punya ruang untuk berkarya dan berbisnis di dunia kreatif,” tegasnya.
Selain penguatan ruang kreatif, Pemkab juga menargetkan peningkatan kualitas event tahunan agar lebih menarik minat wisatawan. Dorongan ini diperkuat dengan tingginya transaksi pada Lamandau Expo yang menjadi tonggak berkembangnya ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
“Ini bukti UMKM kita bergerak. Kita terus tingkatkan agar dampaknya tidak hanya dirasakan saat event saja, tetapi berkelanjutan,” ujar Rizky.
Keberhasilan rangkaian festival tahun ini juga ditopang oleh pengamanan yang solid. Bupati memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Polres Lamandau yang bekerja sejak awal kegiatan.
Kapolres Lamandau, AKBP Joko Handono, menjelaskan bahwa pola pengamanan dilakukan secara terstruktur mulai dari Festival Babukung hingga seluruh agenda penutup.
“Pengaturan arus pengunjung serta lalu lintas menjadi fokus utama. Tujuannya agar rangkaian festival berjalan aman, lancar, dan kondusif,” katanya.
Langkah menuju kota industri kreatif pun semakin nyata, dengan sinergi pemerintah, UMKM, komunitas kreatif, dan aparat keamanan yang terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Lamandau.(nr/sekaltengcom)








