Kalteng Siapakan Anggaran Rp 200 Miliar Untuk MBG

- Publisher

Selasa, 4 Februari 2025 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAPAT : Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Reza Prabowo saat mengikuti rapat beberapa waktu lalu.(IST)

RAPAT : Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Reza Prabowo saat mengikuti rapat beberapa waktu lalu.(IST)

PALANGKA RAYA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan gagasan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sangan mendukung pelaksanaan program tersebut dengan mengalokasi anggaran Rp485 miliar dalam APBD 2025.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Reza Prabowo menjelaskan bahwa anggaran tersebut mencakup paket lengkap yang terdiri dari program makan bergizi gratis, sekolah gratis, dan kuliah gratis. Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp200 miliar dialokasikan khusus untuk program MBG.

“Pamerintah Provinsi sangat mengapresiasi program tersebut, walaupun Kalteng belum termasuk dalam 190 Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG) yang menjadi pilot project pertama, program ini akan tetap disinergikan bersama pemerintah pusat agar pelaksanaan berjalan lancar,” kata Reza.

Dirinya mengatakan pihaknya masih berkomunikasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait teknis pelaksanaan, termasuk apakah anggaran ini akan digunakan untuk pembangunan SPPG baru, jasa katering, atau hal lainnya.

“Saat ini beberapa satuan pendidikan di Provinsi Kalteng sudah mulai melaksanakan program ini, dengan membangun SPPG seperti di Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Seruyan, dan Kapuas.

“Saat ini pelaksanaan kegiatan MBG dilakukan oleh BGN melalui SPPG yang tersebar di kabupaten/kota. Salah satu SPPG yang sudah berjalan adalah SPPG Bukit Kenanga, yang melayani 3.039 siswa dari tiga TK/RA, sembilan SD, dua SMP, dan dua SMA di wilayah tersebut,” sampai Reza.

Baca Juga :  Dislutkan Kalteng Dampingi Komisi IV DPR-RI Kunker Reses ke Desa Basarang

Dinas Pendidikan turut dilibatkan untuk penyiapan calon penerima manfaat, seperti menentukan sekolah-sekolah terdekat dengan SPPG. Untuk Kapasitas satu SPPG, yaitu 3.000 hingga 4.000 siswa. Untuk mengakomodasi sekolah yang belum terjangkau, seperti SMA Negeri 5 (SMA 5 Plus) dengan jumlah siswa lebih dari 1.000, diperlukan pembangunan SPPG baru.

“Kami sudah mengusulkan ini ke BGN, tetapi eksekusinya masih menunggu kolaborasi lebih lanjut dari SPPG dan BGN, Dengan sinergi yang dibangun pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, diharapkan program Ini memberikan dampak kesejahteraan para siswa yang ada di Kalteng,” tutupnya. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru