PALANGKA RAYA – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Jumat (23/5), saat Gubernur H. Agustiar Sabran memimpin seremoni Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah. Acara tersebut tidak hanya menjadi ajang refleksi pembangunan, tetapi juga perwujudan komitmen terhadap pelestarian budaya dan inovasi sosial.
Perayaan tahun ini mengusung semangat harmoni antara warisan leluhur dan cita-cita masa depan. Berbagai agenda digelar, mulai dari pengukuhan Bunda Forum Anak Daerah, peluncuran Pusat Pembelajaran Keluarga “Isen Mulang”, penyerahan surat keputusan pengangkatan CPNS dan PPPK, hingga pertunjukan seni Tarian Manasai yang memukau.
Gubernur Agustiar menyampaikan rasa hormat kepada para tokoh terdahulu dan seluruh lapisan masyarakat yang telah berjasa membangun Kalteng. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pemerintah, swasta, legislatif, media, hingga komunitas adat—dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lima tahun ke depan akan menjadi masa krusial bagi kita semua. Dengan visi Manggatang Utus, kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan dirasakan secara adil, terutama bagi masyarakat adat dan kelompok rentan,” ujarnya. Salah satu program andalan, Huma Betang Sejahtera, dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar di sektor pendidikan, layanan kesehatan, ketahanan pangan, dan ekonomi rakyat, terutama di daerah terpencil. Program ini ditargetkan berjalan optimal mulai 2026, setelah melalui tahap verifikasi data dan sinkronisasi anggaran.
Memasuki 100 hari kepemimpinan periode ini, Gubernur melaporkan capaian awal delapan program prioritas, di antaranya reformasi birokrasi, penguatan infrastruktur dasar, dan penyelarasan program strategis dengan agenda nasional Presiden, termasuk peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan desa.
Dalam momentum ini, ia secara simbolis menyerahkan SK CPNS dan PPPK kepada para pegawai baru. “Ini bukan sekadar pengangkatan administratif, tapi amanah besar. Mari tinggalkan pola lama dan bangun kultur kerja baru yang profesional, responsif, dan penuh integritas,” tegasnya.
Momen istimewa juga diwarnai dengan penganugerahan gelar kehormatan adat Dayak kepada Gubernur dan Ketua TP PKK Provinsi, Aisyah Thisia Agustiar Sabran. Gubernur menerima gelar “TAMANGGUNG ANTANG PASIHAI, PENYANG LEWU MANDEREH DANUM” sebagai simbol pemimpin pelindung adat dan penjaga keseimbangan alam, sementara Ketua TP PKK mendapat gelar “NYAI RANTIAN INTAN”, lambang sosok perempuan bijaksana, pengayom keluarga dan masyarakat.
Penganugerahan ini diberikan oleh Forum Koordinasi Damang Kepala Adat dan Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi pasangan pemimpin ini dalam pelestarian nilai budaya dan penguatan masyarakat adat.
Turut hadir dalam perayaan tersebut, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo beserta istri Nunu Andriani, Plt. Sekda Leonard S. Ampung, anggota legislatif pusat dan daerah, unsur FORKOPIMDA, para kepala daerah se-Kalteng, serta tokoh masyarakat dan pemuka adat. (nr/sekaltengcom)








