PALANGKA RAYA – Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti menyebutkan untuk antisipasi komoditas yang akan naik harga jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1446 H. Rabu, 5 Februari 2025.
Adapun Bulan Ramadan masuk pada tanggal 1 Maret 2025, yang mana kebutuhan bahan pangan masyarakat kerap meningkat seperti makanan dan minuman (mamin), kebutuhan transportasi dan sebagainya.
Agnes menyebutkan inflasi Januari Kalteng mengalami deflasi sebesar 0,54% yang dipengaruhi adanya diskon listrik. Sedangkan secara year on year inflasi di angka 0,28%. Sebagai antisipasi, perlunya diperhatikan komoditas penyumbang inflasi tertinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau tidak salah daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit itu nanti pasokannya diharapkan cukuplah untuk selama Ramadan dan juga persiapan untuk menyambut Hari Raya idul Fitri,” sebutnya di Kantor BPS Kalteng.
Agnes juga menjelaskan, sebuah komoditas andil inflasi dipengaruhi oleh pasokan, dari distribusi, serta tingkat kebutuhan masyarakat. Jika sebuah kebutuhan meningkat tetapi distribusi lancar, pasokan tersedia tentunya harga tidak akan banyak naik.
“Tapi biasanya komoditas yang naik itu adalah daging ayam ras, beras, bawang merah, bawang putih, juga transportasi. Mudah-mudahan ada juga kebijakan dari pemerintah terkait diskon tiket pesawat,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng Sri Widanarni, mengatakan perlunya antisipasi dari tim TPID provinsi maupun kabupaten/kota.
“Tim TPID akan melaksanakan High level Meeting untuk mengkoordinasikan, sinergikan bersama stakeholder terkait melakukan upaya-upaya sehingga ketika masyarakat menjalani masa ibadah di bulan Ramadan dan Idul Fitri tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” kata Sri.
Tidak hanya komoditas yang disebutkan di atas, Sri juga mengatakan Pemprov Kalteng mengantisipasi komoditas lainnya seperti telur, minyak goreng dan bahan pokok lainnya.
“Ada beberapa antisipasi yaitu sidak pasar, kemudian sidak terhadap pedagang besar yang selama ini mendatangkan pasokan. Ini dilakukan jangan sampai ada yang melakukan penimbunan terutama minyak goreng. Kemudian kita akan melakukan pasar murah pasar penyeimbang sehingga masyarakat mendapatkan kebutuhannya,” ujarnya. (dcc/sekaltengcom)








