PALANGKA RAYA – Suasana Bundaran Besar Palangka Raya berubah menjadi panggung budaya dan kreativitas dalam peluncuran perdana Car Free Night Huma Betang Night, Sabtu malam (14/6). Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, secara resmi membuka acara yang menjadi bagian dari inovasi pemerintah provinsi dalam menciptakan ruang publik yang inklusif dan ramah bagi semua lapisan masyarakat.
Mengusung tema “Melestarikan Kearifan Lokal dengan Spirit Huma Betang dalam Bingkai NKRI”, kegiatan ini menggabungkan konsep hiburan malam, pelestarian budaya Dayak, serta dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Ini bukan hanya tentang hiburan, tapi juga ruang ekspresi, ruang ekonomi, dan ruang budaya. Kita ingin Bundaran Besar menjadi jantung aktivitas masyarakat, terutama di akhir pekan,” ungkap Gubernur Agustiar dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa kehadiran Huma Betang Night diharapkan dapat menjadi stimulus ekonomi baru, terutama bagi pelaku UMKM, seniman lokal, serta komunitas kreatif yang selama ini belum memiliki panggung reguler untuk tampil.
Tak hanya warga lokal yang memadati kawasan acara, kegiatan ini juga menyedot perhatian internasional. Delegasi dari Turki yang dipimpin oleh Anggota Parlemen Majelis Agung Turki, Serkan Bayram, turut hadir dan menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Kalimantan Tengah dalam menjaga budaya asli sambil membangun ruang interaksi yang modern dan terbuka.
Acara ini dimeriahkan penampilan bintang tamu dari Ibu Kota, Tri Suaka dan Nabila Maharani, yang sukses menghipnotis ribuan penonton dengan lagu-lagu populer mereka. Selain itu, berbagai pertunjukan seni lokal, bazar kuliner, dan pameran kerajinan tangan khas Kalteng turut mengisi semarak malam tersebut.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Edy Pratowo, Ketua TP PKK Aisyah Thisia Agustiar Sabran, Plt. Sekda Provinsi Leonard S. Ampung, serta jajaran kepala perangkat daerah dan unsur Forkopimda tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Car Free Night Huma Betang Night direncanakan menjadi agenda rutin setiap akhir pekan sebagai wadah untuk mempererat kohesi sosial, memajukan UMKM, dan menjaga kelestarian budaya lokal di era modern. (nr/sekaltengcom)








