PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran pimpin rapat penanganan bencana banjir dan tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi di Kalteng sepanjang Januari 2025 ini.
Rapat tersebut sekaligus membahas penanganan ruas jalan alan rusak di Kabupaten Gunung Mas, yang mengundang unsur Forkopimda dan pemerintah kabupaten kota. Kamis, 30 Januari 2025.
Menurut laporan Plt. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Ahmad Toyib, Selama Januari 2025 banjir terjadi di enam Kabupaten memberikan dampak 8 kecamatan, 18 desa/kelurahan, 4.221 kepala keluarga, 10.476 jiwa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi 29 Januari 2025, banjir terjadi di dua Kabupaten yaitu Barito Selatan dan Kapuas memberikan dampak di dua kecamatan, tujuh desa/kelurahan 3.824 kepala keluarga dan 9.543 jiwa.
“Murung Raya, Gunung Mas, Pulang Pisau Kotawaringin Timur sudah surut, sementara Kapuas dan Barito Selatan belum surut. Hingga 30 Januari 2025 Kabupaten terdampak tidak ada yang menetapkan status keadaan darurat bencana banjir. Saat ini sudah diberikan bantuan evakuasi, Posko pengungsian, bantuan kesehatan,” paparnya.
Gubernur Sugianto Sabran turut prihatin atas kondisi masyarakat. Karena selain banjir, Januari 2025 dilaporkan terjadi tanah longsor di 2 Kabupaten yaitu di Kabupaten Gunung Mas dan Pulang Pisau.
“Khusus untuk tanah longsor di Kabupaten Gunung Mas, kita turut prihatin dan berduka mendalam atas korban 2 orang yang sampai saat ini belum ditemukan,” ujarnya.
Sugianto Sabran mengingatkan seluruh Bupati, Pj. Wali Kota dan Pj. Bupati, agar mengambil langkah- langkah cepat dan responsif dalam menangani dampak banjir, baik saat banjir maupun setelahnya, untuk membantu masyarakat.
“Gunakan APBD Kabupaten/Kota untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, perhatikan peringatan dini dari BMKG dan disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan tanah longsor dan banjir, sebagai mitigasi untuk meminimalisir risiko dan dampak buruk bencana yang mungkin terjadi,” kata Sugianto.
Ia juga mengimbau agar menjalin koordinasi antara Pemerintah Kabupaten/Kota didukung TNI Polri dan instansi terkait, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, mulai dari personel, peralatan, sembako, hingga obat-obatan.
Wakil Gubernur Edy Pratowo, mengatakan perlunya identifikasi persoalan banjir dan tanah longsor yang kerap terjadi, melalui sinergi pemerintah kabupaten kota.
“Kita harus bersikap cepat untuk mengatasi hal ini, tetapi kita juga harus melakukan identifikasi persoalannya, misalnya ada sedimentasi surutnya sungai yang ketika musim hujan terjadi luapan sehingga menggenangi wilayah pemukiman, atau juga terjadi karena jaringan-jaringan irigasi saluran yang macet di pemukiman ini juga langkah-langkah perlu dilakukan oleh kabupaten kota, sinkronisasi penanganan bersama masyarakat,” jelasnya. (dcc/sekaltengcom)








