Gubernur Agustiar Pastikan Stok BBM Aman, Dorong Pengecer Dilegalkan dan Tindak Penimbun

- Publisher

Jumat, 8 Mei 2026 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERDIALOG: Gubernur Agustiar Sabran saat menjawab pertanyaan dari para awak media saat pertemuan berlangsung di Istana Isen Mulang atau Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Kamis (8/5/2026).

BERDIALOG: Gubernur Agustiar Sabran saat menjawab pertanyaan dari para awak media saat pertemuan berlangsung di Istana Isen Mulang atau Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Kamis (8/5/2026).

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar audiensi dengan jajaran Pertamina sekaligus berdialog bersama awak media terkait antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Palangka Raya. Pertemuan berlangsung di Istana Isen Mulang atau Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Kamis (8/5/2026).

Audiensi tersebut dihadiri unsur Forkopimda, manajemen Pertamina wilayah Kalimantan Tengah, kepala perangkat daerah, serta wartawan dari berbagai media lokal dan nasional. Agenda ini digelar sebagai langkah cepat pemerintah untuk merespons keluhan masyarakat akibat antrean BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama Forkopimda telah turun langsung meninjau sejumlah SPBU guna memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi atas persoalan distribusi BBM.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama sehingga berbagai langkah penanganan terus dilakukan agar situasi kembali normal.

“Yang kami inginkan masyarakat Kalimantan Tengah tenang dan nyaman. Kami tidak ingin masyarakat menderita. Karena itu pemerintah bersama Forkopimda terus memastikan penanganan dilakukan secara maksimal,” tegas Agustiar.

Baca Juga :  Festival Babukung & Lamandau Expo 2025, Panggung Besar Kebangkitan UMKM Lokal

Sementara itu, perwakilan Pertamina, Doni, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat antrean panjang di SPBU. Ia memastikan pasokan BBM di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman dan mencukupi.

Sebagai langkah percepatan normalisasi distribusi, Pertamina telah menambah suplai Pertamax menjadi sekitar 200 hingga 205 kiloliter per hari, sekaligus memperpanjang jam operasional SPBU hingga pukul 01.00 WIB untuk mengurai antrean.

Dalam sesi dialog, awak media juga mempertanyakan peluang legalisasi pengecer BBM yang selama ini menjadi alternatif masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari SPBU.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Agustiar mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tengah mengupayakan agar para pengecer memiliki legalitas resmi sehingga dapat beroperasi sesuai ketentuan.

“Kami ingin pengecer BBM memiliki legalitas yang jelas. Ini bagian dari keberpihakan kepada ekonomi masyarakat sekaligus solusi agar distribusi BBM semakin mudah dijangkau,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemprov Kalteng juga telah mengirim surat kepada BP Migas guna mengusulkan penambahan kuota BBM untuk Kalimantan Tengah, sekaligus membuka pembahasan mengenai skema legalisasi pengecer sebagai bagian dari sistem distribusi yang lebih tertata.

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Genjot Pembangunan Masjid Agung, Ditarget Rampung November

Gubernur berharap penambahan kuota dan penataan distribusi tersebut mampu menjamin kebutuhan masyarakat terpenuhi serta mencegah kembali terjadinya kelangkaan BBM.

“Mari kita utamakan masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan bersama-sama mengawasi agar BBM tidak kembali langka,” katanya.

Di sisi lain, Kapolda Kalimantan Tengah menegaskan aparat kepolisian terus melakukan penindakan terhadap praktik penimbunan maupun distribusi BBM ilegal yang mengganggu pasokan di lapangan.

“Hingga saat ini kami telah mengamankan sekitar sembilan tersangka dengan enam laporan polisi. Penegakan hukum akan terus dilakukan terhadap pelaku yang terbukti melanggar,” ungkap Kapolda.

Sementara itu, Pangdam mengajak insan pers turut berperan menjaga situasi tetap kondusif melalui penyampaian informasi yang akurat dan menenangkan masyarakat agar tidak terjadi kepanikan dalam menyikapi kondisi distribusi BBM.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Forkopimda, Pertamina, dan media menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM, memberantas praktik penimbunan, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.(nr).

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru