PALANGKA RAYA – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Prov. Kalteng Reza Prabowo menjelaskan, Program 5.000 Rumah Guru Berkah merupakan apresiasi Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran terhadap para guru. Rumah guru ditujukan meningkatkan kesejahteraan bagi guru yang menginginkan rumah. Senin, 8 September 2024.
Hal tersebut ia sampaikan dalam bincang bersama Pro 3 RRI Kalimantan Tengah. Program ini berkolaborasi dengan PT. Bank Kalteng, yang mana Gubernur Kalteng berperan sebagai pemegang saham pengendali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pak Gubernur mampu memberikan kebijakan yang meringankan para guru dalam memiliki rumah, menyiapkan DP 0%, dengan subsidi sebesar Rp10 juta per orang per rumah,” kata Reza.
Intervensi kebijakan lain yaitu berlakunya bunga kredit oleh Gubernur melalui Bank Kalteng membuat dua tahun pertama bunga hanya 7%, dan 9% untuk tahun-tahun selanjutnya, yang juga memberikan keringanan grace period selama tiga bulan.
“Dengan ini Guru kita bisa melengkapi perabotan rumah tangga sebelum memulai cicilan, seperti membeli kasur, pendingin ruangan, dan peralatan rumah tangga,” jelasnya.
Adapun tipe rumah disiapkan mulai dari tipe 36 hingga 70, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan guru. Pemerintah Provinsi berharap tipe cluster yang diterapkan akan membentuk pusat-pusat ekonomi baru di 14 kabupaten/kota.
Pada awalnya, program ini ditujukan bagi guru SMA, SMK, dan SLB di bawah naungan Pemprov. Dikarenakan meningkatnya animo, sasaran program diperluas untuk guru SD dan SMP dengan total lebih dari 42.000 guru.
“Meskipun status guru masih honorer, mereka tetap bisa mengikuti program ini terutama jika memiliki usaha tambahan seperti kebun kelapa sawit. Mekanismenya, Bank Kalteng akan menyeleksi kelayakan mereka untuk mendapatkan program ini,” tambahnya.
Adapun Program ini mendapat respon positif dari salah satu guru bernama Kristina,dari pedalaman Kabupaten Gunung Mas. Kristina menyebut program 5.000 rumah guru memudahkan kebutuhan tempat tinggal bagi guru yang belum memiliki rumah.
Kristina berharap inovasi dan kebijakan ini dapat terus disosialisasikan karena masih banyak guru di pelosok yang belum mengetahui lebih lanjut tentang adanya program ini.
“Saya harapkan pemerintah gencar menyosialisasikan agar lebih diketahui guru di pelosok sehingga bisa memiliki hunian sendiri,” harapnya.








