Disbudpar Kalteng Selenggarakan FGD Terkait Busana Jagau Nyai

- Publisher

Senin, 24 Februari 2025 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMBUKA : Kepala Disbudpar Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari saat membuka Focus Group Discussion Busana Jagau Nyai Kalimantan Tengah.yang dilaksanakan di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Senin (24/2).(IST)

MEMBUKA : Kepala Disbudpar Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari saat membuka Focus Group Discussion Busana Jagau Nyai Kalimantan Tengah.yang dilaksanakan di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Senin (24/2).(IST)

PALANGKA RAYA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelenggarakan Focus Grup Discussion (FGD) atau Diskusi Terpumpun dengan pembahasan Busana Jagau Nyai Kalimantan Tengah, di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Senin (24/2).

Peserta yang hadir antaranya adalah pengamat budaya, DAD Provinsi Kalteng, tokoh masyarakat, serta perancang busana yang ada di Kalteng.

Kepala Disbudpar Provinsi Kalteng Adiah Chandra Sari menyampaikan FGD ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran terkait pakem busana baju adat Kalimantan Tengah yang akan diangkat menjadi busana resmi Jagau Nyai Kalteng, Sehingga menjadi identitas dalam pelaksanaan tugas sebagai duta pariwisata dan budaya Kalimantan Tengah nantinya

“Dengan adanya panduan ini diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat memahami mekanisme, kriteria penilaian, serta tahapan seleksi yang harus dilalui oleh setiap peserta,” kata Adiah.

Dirinya mengatakan melalui hasil diskusi ini, Akan mendapatkan kesepakatan terkait pakem busana Jagau Nyai, maka petunjuk teknis (juknis) akan segera dibuat dan disampaikan kepada Kabupaten/Kota.

Pada kegiatan ini, hadir juga pengamat budaya sekaligus tokoh masyarakat Kalimantan Tengah Linda Nisida Nahson Taway yang menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini dan pentingnya pemahaman terkait pakem busana baju adat.

Baca Juga :  Gubernur Agustiar Sabran Buka Rakerwil BKPRMI 2025, Dorong Kader Dakwah Inovatif dan Berkarakter

“Mengetahui pakem ini bertujuan sebagai pedoman untuk keseragaman busana Jagau dan Nyai, sehingga tidak meninggalkan ciri khas budaya Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

Kegiatan Pemilihan Jagau Nyai Kalimantan Tengah termasuk dalam rangkaian Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), yang merupakan salah satu festival budaya terbesar di Kalimantan Tengah dan merupakan agenda tahunan Bumi Tambun Bungai. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru