KOTAWARINGIN TIMUR – Pemerintah Desa Pamalian, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut program nasional pembentukan Koperasi Merah Putih yang digagas melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Kesiapan ini disertai dengan komitmen untuk membangun struktur kepengurusan koperasi yang profesional dan berorientasi pada hasil.
Kepala Desa Pamalian, Aan Trisakbani, menegaskan bahwa pihaknya tidak sekadar menjalankan kewajiban administratif, tetapi juga ingin memastikan bahwa koperasi yang dibentuk benar-benar menjadi wadah produktif yang memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Ini program nasional yang harus dilaksanakan. Namun, kami ingin lebih dari sekadar formalitas. Pengurus koperasi harus punya kapabilitas dan rekam jejak dalam dunia usaha agar program berjalan efektif,” jelas Aan pada Kamis (22/5).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan pendirian sekitar 80.000 koperasi secara bertahap mulai pertengahan tahun ini. Menyikapi hal tersebut, Desa Pamalian tengah mempersiapkan pembentukan struktur koperasi dengan mempertimbangkan potensi ekonomi lokal serta sumber daya manusia yang tersedia.
“Koperasi di setiap desa pasti akan berbeda fokusnya. Kami akan melihat apa kekuatan ekonomi desa kami, dan dari situ kami akan merancang kegiatan koperasi yang relevan,” tambahnya.
Aan juga menyambut positif dorongan pemerintah agar organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna terlibat dalam operasional koperasi. Namun demikian, keterlibatan tersebut tetap akan melalui proses seleksi yang ketat untuk menjamin kompetensi dan akuntabilitas.
“Kami tidak ingin asal tunjuk. Anak muda bisa terlibat, tapi harus punya semangat, keterampilan, dan niat untuk membangun ekonomi desa,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Desa Pamalian akan menggelar pertemuan dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membahas langkah-langkah pembentukan koperasi, termasuk penunjukan pengurus dan strategi operasional ke depan.
Aan juga menekankan pentingnya pendampingan dari instansi terkait setelah koperasi terbentuk. Ia berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memberikan dukungan berkelanjutan dalam bentuk pelatihan, pengawasan, serta akses permodalan.
“Dengan SDM kami yang masih terbatas, kami butuh pelatihan berkelanjutan dan pembinaan agar koperasi benar-benar berjalan maksimal. Kami mendukung penuh program ini karena kami yakin dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat desa,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)








