KUALA KAPUAS – Untuk mencegah meluasnya serangan penyakit Tungro pada tanaman padi, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan pestisida kepada para petani di Desa Wargo Mulyo, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas, Rabu (30/4).
Desa Wargo Mulyo menjadi salah satu wilayah yang terpantau mengalami serangan hama wereng hijau pembawa virus Tungro. Penyakit ini diketahui dapat mengakibatkan penurunan drastis hasil panen jika tidak segera ditangani.
Kepala Dinas TPHP Prov. Kalteng melalui Kepala UPT Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), Alpan M. Samosir, menyampaikan bahwa Tungro merupakan salah satu penyakit serius pada tanaman padi karena disebabkan oleh dua jenis virus yang ditularkan melalui vektor wereng daun hijau (Nephotettix spp).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penyakit ini tidak hanya membuat tanaman menjadi kerdil, tetapi juga menyebabkan daun menguning, pertumbuhan terhambat, serta hasil panen menurun signifikan. Serangan bisa berawal dari daun bagian bawah dan menyebar ke seluruh tanaman,” jelas Alpan.
Ia menambahkan bahwa tanda-tanda infeksi meliputi berkurangnya jumlah anakan, ukuran bulir yang mengecil, serta banyak bulir kosong. Oleh karena itu, pengendalian hama secara terpadu dan serentak sangat dibutuhkan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Sebagai bentuk dukungan, Dinas TPHP melalui UPT BPTPH menyalurkan bantuan pestisida kepada kelompok tani yang terdampak. Bantuan tersebut dimanfaatkan dalam aksi gerakan pengendalian hama yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat tani setempat.
“Upaya pengendalian ini mencakup areal seluas 115 hektare yang menunjukkan gejala serangan ringan. Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat pemulihan dan mencegah kerusakan yang lebih parah,” ujar Alpan.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Wargo Mulyo, Sutikno, menyambut baik langkah cepat pemerintah dalam membantu petani menghadapi serangan hama tersebut.
“Kami berterima kasih atas dukungan dari Dinas. Dengan kerja sama dan langkah cepat seperti ini, kami optimistis serangan Tungro bisa ditekan dan musim panen mendatang tetap bisa berlangsung normal,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas TPHP menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan pendampingan teknis bagi petani, khususnya di daerah yang rentan terserang penyakit tanaman. (nr/sekaltengcom)








