“Buah Pilu Nyai Balau: Keteguhan Seorang Ibu Menyayat Hati di Panggung Taman Budaya”

- Publisher

Minggu, 7 Desember 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMILUKAN - Duka sang Nyai Balau meratapi kepergian anaknya.(IST)

MEMILUKAN - Duka sang Nyai Balau meratapi kepergian anaknya.(IST)

PALANGKA RAYA – Gelar Seni Budaya Sendratari Nyai Balau: “Buah Pilu” kembali memukau publik di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah. Sabtu malam, 6 Desember 2025.

Pertunjukan ini menjadi salah satu penampilan paling emosional tahun ini karena menonjolkan sisi keibuan Nyai Balau yang penuh kasih sayang sekaligus duka mendalam.

Berbeda dari interpretasi sebelumnya yang lebih menonjolkan figur Nyai Balau sebagai petarung dan tokoh heroik, sendratari kali ini menghadirkan sudut pandang baru. Kisahnya dibangun dari rasa kehilangan seorang ibu terhadap anaknya yang dirawat dengan kasih, namun akhirnya terbunuh oleh Asang. Melalui gerak, musik, dan dramatika panggung, penonton diajak meresapi luka batin seorang perempuan yang tetap teguh pada nilai kebenaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kalteng, Yuas Elko, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah dalam sambutannya menyampaikan bahwa sendratari ini adalah refleksi sejarah dan nilai-nilai luhur masyarakat Kalimantan Tengah. “Kisah Nyai Balau bukan sekadar legenda, tetapi mengandung nilai heroisme dan keteguhan hati seorang ibu dalam mempertahankan martabatnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Lamandau Melonjak hingga Rp3.780/Kg, Kebijakan Bupati Mulai Berbuah Manis

Ia menegaskan bahwa gelaran seni seperti ini membuktikan bahwa identitas budaya masyarakat tetap hidup. Di tengah derasnya arus globalisasi, karya seni lokal tetap mampu bertahan dan menjadi kebanggaan bumi Tambun Bungai. Seni dipandang tidak hanya sebagai tradisi, tetapi kekuatan sosial dan ekonomi yang harus terus dikembangkan.

Kepala UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Wildae D. Binti, menambahkan bahwa pertunjukan tahun ini dirancang bertepatan dengan momentum Hari Ibu. Karena itu, tim produksi memilih menonjolkan sisi emosional dan kasih seorang ibu yang harus menghadapi kepergian anak tercinta akibat kekejaman Asang.

Baca Juga :  Rangga Lesmana: Pemuda Kunci Penting dalam Menata Ekosistem Informasi Digital yang Sehat

Sendratari “Buah Pilu” dikemas dalam gaya tari kontemporer yang menghadirkan perpaduan gerak tradisi dengan eksplorasi modern. Berbagai sanggar tari lokal, produser musik, serta talenta muda Kalimantan Tengah terlibat dalam proses kreatifnya, sehingga menghasilkan komposisi panggung yang segar dan dinamis.

Penonton disuguhkan alur dramatik yang lembut namun menghujam, menampilkan perjalanan batin Nyai Balau dari kasih, kehilangan, hingga dorongan membalas demi harga diri dan cintanya sebagai seorang ibu. Momen-momen ini menjadi inti yang membuat pertunjukan terasa begitu dekat dengan perasaan penonton.

Melalui sendratari ini, Taman Budaya Kalimantan Tengah berharap masyarakat semakin mencintai budaya lokal dan memahami kedalaman nilai yang ada dalam legenda daerah. “Buah Pilu” bukan hanya hiburan, tetapi pengingat bahwa kekuatan seorang ibu dan kebenaran yang diperjuangkan tidak pernah lekang oleh waktu. (dc/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru