PALANGKA RAYA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-8 Asosiasi Bawi Dayak, Budaya dan Wisata (ASBADATA) Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko, turut hadir mewakili Gubernur pada acara pembukaan yang digelar di Huma Betang, Jalan RTA Milono, Rabu (16/4).
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Yuas Elko, Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran menyampaikan apresiasi atas dedikasi ASBADATA dalam pelestarian budaya Dayak serta promosi wisata lokal. Menurutnya, kiprah ASBADATA selama delapan tahun telah menunjukkan peran aktif perempuan Dayak dalam menjaga jati diri budaya dan mendukung pengembangan pariwisata daerah.
“Kami ucapkan selamat ulang tahun ke-8 kepada ASBADATA Kalteng. Organisasi ini telah menjadi pilar penting dalam memperkuat identitas budaya lokal, sekaligus menjadi motor penggerak pemberdayaan perempuan,” sampai Yuas Elko.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, makna “Bawi Dayak” lebih dari sekadar identitas perempuan Dayak—namun mencerminkan kekuatan, kelembutan, serta nilai-nilai luhur yang diusung oleh perempuan dalam kehidupan masyarakat.
Dalam konteks perkembangan zaman yang kian dinamis, Yuas mengingatkan pentingnya inovasi dan adaptasi agar budaya lokal tidak tergerus oleh arus globalisasi.
“ASBADATA perlu terus memperkuat perannya sebagai benteng budaya, sekaligus agen perubahan yang mampu membina generasi muda untuk tetap bangga akan akar budayanya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum ASBADATA Hj. Muliadina M. Lewis menyampaikan bahwa organisasinya kini telah berbadan hukum dan resmi terdaftar di Kemenkumham. Ia menegaskan komitmen ASBADATA untuk mendukung kebijakan pemerintah, khususnya dalam pengembangan sektor budaya dan pariwisata berbasis lokal.
“Delapan tahun kami berdiri bukan hanya sebagai komunitas budaya, tetapi sebagai mitra aktif pemerintah dalam membangun daerah. Kami siap bersinergi untuk kemajuan Kalteng,” ujarnya.
Ketua Panitia HUT ASBADATA, Misritha Kalang, dalam laporannya menjelaskan bahwa rangkaian peringatan HUT tahun ini diisi dengan kegiatan sosial, keagamaan, dan seni budaya. Di antaranya kunjungan ke Panti Asuhan Al Muklis dengan menyalurkan santunan kepada 287 anak yatim, pembagian 700 paket takjil selama Ramadan, serta lomba menyanyi lagu daerah dan nasional yang melibatkan masyarakat.
Tak hanya itu, ASBADATA juga menggandeng UMKM binaan untuk berpartisipasi dalam pameran, yang diharapkan bisa mendorong geliat ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.
Acara turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain perwakilan FORKOPIMDA, Ketua Dewan Pembina ASBADATA Guntur Taladjan, perwakilan DAD Provinsi Kalteng Yansen Binti, serta tokoh adat, agama, dan perwakilan OPD Pemprov Kalteng.
Perayaan ini menjadi momentum penting tidak hanya bagi ASBADATA, tetapi juga sebagai pengingat bahwa budaya Dayak adalah warisan berharga yang harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat Kalteng. (nr/sekaltengcom)








