PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah H.Agustiar Sabran menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur secara merata, tidak hanya terfokus di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa terpencil. Langkah ini ditempuh sebagai strategi memperkuat pemerataan pembangunan sekaligus mengakselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Gubernur menekankan bahwa setiap program harus dirancang tepat sasaran, tepat guna, dan memberi dampak langsung bagi warga. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak semata-mata soal membangun jalan dan jembatan, melainkan membuka akses ekonomi, memperluas layanan pendidikan, serta mempermudah pelayanan dasar.
“Efisiensi bukan alasan untuk memperlambat pembangunan. Justru ini momentum untuk bekerja lebih cermat, disiplin, dan bertanggung jawab agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya, Jumat (27/2).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berlandaskan nilai Huma Betang sebagai spirit kebersamaan, Gubernur menegaskan pembangunan di Bumi Tambun Bungai harus dinikmati secara adil dan merata, tanpa ada wilayah yang tertinggal. Ia menyebut, konektivitas antarwilayah menjadi kunci utama pemerataan, khususnya melalui penguatan infrastruktur jalan sebagai tulang punggung distribusi logistik dan mobilitas warga.
Sejumlah ruas strategis terus dikebut peningkatannya, di antaranya koridor Bukit Liti–Bawan, akses Palangka Raya–Kuala Kurun, Jalan Lingkar Luar Sampit, hingga Simpang Pundu–Tumbang Samba. Penguatan jalur-jalur ini diharapkan mampu mempercepat arus barang, memperluas pasar komoditas daerah, serta memantik tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru.
Secara agregat, kondisi jalan provinsi di Kalimantan Tengah kini tercatat mantap mencapai 87,33 persen dari total panjang 1.275,60 kilometer. Capaian ini menjadi fondasi penting untuk mempercepat integrasi wilayah dan menekan disparitas antar daerah.
Tak hanya itu, peningkatan infrastruktur juga menyasar berbagai koridor penghubung lintas kabupaten, meliputi Kotawaringin Timur, Seruyan, Kuala Kurun, Tumbang Samba, Kuala Pembuang–Segintung, Katingan–Pakahi, Kapuas–Terusan, Barito Selatan, Barito Timur, hingga kawasan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, termasuk melalui normalisasi saluran pendukung untuk menunjang ketahanan infrastruktur.
Gubernur memastikan percepatan pembangunan akan terus menjadi prioritas strategis pemerintah provinsi agar Kalimantan Tengah tumbuh lebih kuat, lebih kompetitif, dan sejajar dengan daerah maju lainnya—tanpa meninggalkan satu pun wilayah di belakang.(nr)








