NANGA BULIK – Sebanyak 506 pekebun kelapa sawit di Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau menerima insentif dari penjualan kredit Book and Claim RSPO untuk periode produksi tahun 2025 dengan total nilai mencapai Rp737 juta.
Penyerahan insentif tersebut berlangsung di Kantor Desa Mekar Mulya, Jumat (13/3/2026), dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid. Kegiatan ini turut dihadiri Camat Sematu Jaya, Kepala Desa Mekar Mulya, tim pendamping dari PT SSMS dan PT Ecogreen, Ketua BUMDes Berkah Mulya Jaya Lamandau, serta para pekebun penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abdul Hamid menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Mekar Mulya dan pengurus BUMDes Berkah Mulya Jaya yang dinilai berhasil mengelola potensi perkebunan sawit secara produktif dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan perkebunan berbasis kelembagaan desa mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Insentif ini bukan sekadar angka atau nilai rupiah yang diterima para pekebun, tetapi merupakan bentuk penghargaan atas komitmen petani dalam menjaga praktik perkebunan yang ramah lingkungan,” ujar Abdul Hamid.
Ia menambahkan, melalui pengelolaan yang baik oleh BUMDes, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat desa serta mendorong penguatan ekonomi lokal.
Wabup juga berharap skema insentif berbasis sertifikasi keberlanjutan tersebut dapat terus dipertahankan bahkan diperluas di masa mendatang.
“Program ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Lamandau dalam mengembangkan perkebunan sawit yang produktif sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Ketua BUMDes Berkah Mulya Jaya Lamandau, Choirul Fuadi menjelaskan bahwa keberhasilan memperoleh insentif tersebut merupakan hasil dari konsistensi para pekebun dalam menerapkan standar keberlanjutan yang dipersyaratkan dalam sistem RSPO.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 atau periode ketiga, BUMDes kembali melakukan penjualan kredit sistem PRISMA RSPO kepada pembeli (buyer) Nestle dengan nilai transaksi mencapai Rp1.748.940.171.
Dana tersebut selanjutnya dialokasikan untuk berbagai kebutuhan, di antaranya Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp33.138.000, program CSR Rp16.569.138, serta kas usaha BUMDes sebesar Rp41.422.846.
“Porsi terbesar tetap diberikan kepada para pekebun sebagai anggota, yakni Rp737.326.659. Nilai ini meningkat sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Choirul.
Ia menambahkan, dana tersebut akan dibagikan kepada 506 pekebun yang berasal dari empat desa di Kecamatan Sematu Jaya sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam menerapkan praktik perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.(nr)








