KOTAWARINGIN TIMUR – Pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Sampit menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Melihat geliat tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kabupaten Kotawaringin Timur, Muhammad Azharul Hadi, menegaskan komitmennya untuk mendorong kemajuan UMKM agar mampu bersaing dan naik kelas.
Menurutnya, peningkatan jumlah pelaku UMKM di Sampit merupakan sinyal kuat bahwa semangat kewirausahaan masyarakat terus tumbuh. Namun, pertumbuhan ini juga harus diimbangi dengan pembinaan yang berkelanjutan agar usaha kecil tidak hanya banyak jumlahnya, tetapi juga kuat secara kualitas dan daya saing.
“Fenomena meningkatnya pelaku UMKM di Sampit sangat menggembirakan. Ini menunjukkan semangat masyarakat untuk mandiri secara ekonomi. Namun, kita juga perlu memastikan bahwa mereka mendapatkan dukungan, pembinaan, dan akses pasar yang memadai agar bisa berkembang lebih jauh,” ujar Muhammad Azharul Hadi, Sabtu (5/10).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, APJI Kotim berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem UMKM, khususnya di sektor kuliner dan jasa boga yang memiliki potensi besar untuk tumbuh.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pihak swasta untuk memperluas jaringan usaha, membuka pelatihan keterampilan, serta membantu pelaku UMKM mendapatkan sertifikasi usaha yang dibutuhkan,” tegasnya.
Azharul Hadi yang juga anggota HIPMI Kotim menyoroti pentingnya pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk, kemasan, serta strategi pemasaran berbasis digital agar lebih kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
“Sekarang bukan zamannya lagi usaha jalan dengan cara lama. Pelaku UMKM harus adaptif terhadap teknologi. Pemasaran digital, pengelolaan keuangan modern, dan inovasi produk adalah kunci untuk bertahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh anggota APJI dan pelaku UMKM di Kotim untuk bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dengan kolaborasi yang kuat, menurutnya, UMKM lokal akan mampu menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kita harus saling menguatkan, bukan bersaing secara tidak sehat. Jika UMKM di Kotim solid, maka ekonomi daerah juga akan tumbuh. Saya yakin dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kita bisa menjadikan Sampit sebagai pusat kuliner dan ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah,” pungkas Muhammad Azharul Hadi.(nr/sekaltengcom)








