PALANGKA RAYA – Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Pemuda Tani Indonesia Kalimantan Tengah resmi menetapkan Deden Agustiar Sabran sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk periode 2025–2030. Agenda strategis ini berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (14/7/2025), dan dihadiri para pengurus pusat serta delegasi dari seluruh kabupaten/kota se-Kalteng.
Musdalub digelar guna menjawab kekosongan kepemimpinan sekaligus mengkonsolidasikan arah organisasi ke depan, di tengah tantangan regenerasi petani dan perubahan lanskap pertanian nasional.
Dalam pidato perdananya, Deden menegaskan komitmen membawa semangat baru di tubuh Pemuda Tani Kalteng. Ia menyebut, Pemuda Tani bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan kolektif untuk melahirkan petani-petani muda yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, dan siap bersaing secara global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pertanian hari ini butuh wajah baru. Anak muda Kalteng harus berani mengambil peran, memimpin inovasi, dan menjadi pelaku utama dalam pembangunan sektor pangan,” tegas Deden.
Sebagai langkah awal, Deden menyiapkan beberapa program unggulan, mulai dari pelatihan pertanian presisi berbasis digital, inkubasi kewirausahaan tani, hingga memperluas akses modal dan pasar bagi petani milenial.
“Saya menargetkan pembentukan struktur organisasi yang inklusif dan responsif hingga ke tingkat desa, agar Pemuda Tani benar-benar menjadi suara dan kekuatan anak muda di sektor agribisnis,” ujarnya.
Musdalub kali ini dipandang sebagai tonggak penting dalam memperkuat peran pemuda di bidang pertanian, kehutanan, dan peternakan—terutama di tengah ancaman alih fungsi lahan, krisis regenerasi petani, serta rendahnya minat generasi muda pada dunia pertanian.
Sebelum pemilihan berlangsung, Sekretaris Jenderal Pemuda Tani Indonesia, R.S. Suroyo Jr., mewakili Ketua Umum G. Budisatrio Djiwandono, telah melantik pengurus DPC Pemuda Tani Indonesia se-Kalimantan Tengah untuk periode yang sama.
Suroyo dalam sambutannya menekankan pentingnya Pemuda Tani sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami berharap Pemuda Tani mampu menjadi lokomotif transformasi pertanian. Jangan hanya jadi penonton. Jadilah pelaku utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)








