KOTAWARINGIN TIMUR – Upaya mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus digencarkan. Kali ini, Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Kotim menggandeng Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kotim untuk membangun sinergi dan kolaborasi strategis demi memperkuat sektor ekonomi kreatif di daerah.
Sekretaris Umum APJI Kotim, Muhammad Chalid, menuturkan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat jejaring usaha, meningkatkan kompetensi pelaku UMKM, serta memperluas akses pemasaran produk lokal.
“Kami melihat potensi besar UMKM di Sampit, terutama di sektor kuliner dan jasa boga. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memberikan dukungan berupa pelatihan, pendampingan, serta peluang kerja sama antar pengusaha muda agar mereka bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Chalid, Sabtu (4/10).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Sekretaris Umum HIPMI Kotim, Resky Gustiandi, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai, sinergi antarorganisasi pengusaha seperti APJI dan HIPMI merupakan kunci untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat dan berkelanjutan di daerah.
“Kami ingin agar para pelaku UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan kolaborasi ini, kita bisa saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, bahkan membuka akses permodalan. Tujuannya sederhana, agar UMKM Kotim bisa naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ungkap Resky.
Ke depan, kedua organisasi ini berencana menyusun program bersama, seperti pelatihan kewirausahaan, pendampingan digital marketing, dan pameran produk UMKM. Langkah ini diharapkan mampu mendorong munculnya wirausahawan baru yang tangguh dan adaptif terhadap perkembangan zaman.(nr/sekaltengcom)








