SMPN 1 Sampit Tegaskan Pendidikan Inklusif: Semua Siswa Berhak Dibina, Bukan Disaring

- Publisher

Minggu, 27 Juli 2025 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MPLS : Siswa-Siswi baru SMPN 1 Sampit saat berkumpul diharamkan sekolah saat MPLS belum lama ini.(IST)

MPLS : Siswa-Siswi baru SMPN 1 Sampit saat berkumpul diharamkan sekolah saat MPLS belum lama ini.(IST)

KOTAWARINGIN TIMUR – SMP Negeri 1 Sampit meneguhkan komitmennya terhadap pendidikan inklusif dengan menerima seluruh peserta didik tanpa memandang kemampuan awal, termasuk bagi siswa baru yang belum lancar membaca.

Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, menegaskan bahwa sekolah adalah wadah pembinaan, bukan tempat penyaringan. “Jika ada siswa yang masuk dan belum bisa membaca, wajib kami terima. Ini bagian dari pelayanan inklusif. Tidak masalah, karena tugas sekolah adalah membina, bukan menolak,” ujarnya, Selasa, (22/7/2025).

Proses penerimaan siswa di SMPN 1 Sampit telah mengikuti regulasi yang berlaku melalui jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Atas dasar itu, keterbatasan kemampuan akademik di awal tidak boleh menjadi alasan penolakan.

“Kami berpegang pada prinsip semua anak berhak mendapatkan pendidikan. Kalau ada yang belum lancar membaca, kami siap membimbing sampai mereka mampu,” tambahnya.

Meski hingga kini belum ditemukan siswa kelas VII yang benar-benar belum bisa membaca, pihak sekolah tetap menyiapkan program intervensi khusus. Pendekatan pembelajaran pun tidak hanya menitikberatkan pada akademik, tetapi juga aspek sosial, dengan bimbingan individual sesuai kebutuhan tiap siswa.

Baca Juga :  Disdik Kotim Genjot Kurikulum Merdeka lewat Deep Learning, AI, dan Coding di Sekolah BOS Kinerja

Suyoso menekankan, peran guru sangat penting dalam membangun kesadaran akan pendidikan yang setara. Di tengah tantangan era modern, sekolah diharapkan menjadi ruang pembinaan karakter yang ramah bagi semua anak.

“Sekolah harus menjadi tempat yang mendukung dan membina, bukan menambah tekanan atau memisahkan siapa yang layak dan tidak untuk belajar,” pungkasnya.(nr)

Berita Terkait

SMAN 2 Sampit Resmi Miliki Lapangan Mini Soccer Pertama di Kotim, Kepala Sekolah Sampaikan Apresiasi
Progres Sekolah Perintis 85%, Pemkab Kotim Masih Menunggu Arahan Penempatan Guru dari Kemensos
Pianis Cilik Aruna Memukau di Symphony Kemerdekaan 2025
Disdik Gelar Lomba Bagi Guru-guru Kecamatan Se-Kotim, Meriahkan HUT ke-80 RI
Sekolah Perintis Islamic Center Kotim Rampung 85 Persen, Siap Beroperasi Akhir Agustus
Disdik Kotim Genjot Perbaikan Gedung Sekolah, Banyak Gedung SD SMP Direhab
“Ternyata Aku Korban” Film Pendek Karya Pelajar Sampit, Suarakan Cegah Perundungan
Film Pendek “Ternyata Aku Korban” Karya Pelajar Kotim, Tampar Kesadaran Publik soal Bullying
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 September 2025 - 14:41 WIB

SMAN 2 Sampit Resmi Miliki Lapangan Mini Soccer Pertama di Kotim, Kepala Sekolah Sampaikan Apresiasi

Kamis, 14 Agustus 2025 - 22:03 WIB

Progres Sekolah Perintis 85%, Pemkab Kotim Masih Menunggu Arahan Penempatan Guru dari Kemensos

Kamis, 14 Agustus 2025 - 22:00 WIB

Pianis Cilik Aruna Memukau di Symphony Kemerdekaan 2025

Selasa, 12 Agustus 2025 - 18:53 WIB

Disdik Gelar Lomba Bagi Guru-guru Kecamatan Se-Kotim, Meriahkan HUT ke-80 RI

Senin, 11 Agustus 2025 - 07:34 WIB

Sekolah Perintis Islamic Center Kotim Rampung 85 Persen, Siap Beroperasi Akhir Agustus

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB