KOTAWARINGIN TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan kesiapan penuh untuk mengimplementasikan program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat. Namun, prosesnya masih menunggu penunjukan resmi kepala sekolah oleh pihak pusat.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Muhammad Irfansyah, mengungkapkan bahwa daerah hanya diberi mandat menjaring tiga kandidat kepala sekolah yang dinilai layak. Nama-nama tersebut kemudian akan diajukan ke pemerintah pusat untuk dipilih satu yang terbaik.
“Kami diminta menyiapkan tiga calon kepala sekolah dari Kotim. Keputusan final sepenuhnya ada di tangan pemerintah pusat,” jelas Irfansyah, Selasa (22/7/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, figur yang dicari bukan hanya unggul secara manajerial, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Pasalnya, Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu dan mereka yang putus sekolah.
“Kami butuh sosok yang bukan sekadar piawai administrasi, tetapi juga punya hati untuk melayani dan empati pada anak-anak marginal,” tegasnya.
Disdik Kotim juga telah melakukan studi banding ke Kabupaten Katingan, yang lebih dahulu menjalankan program ini. Irfansyah menyebut, pengalaman Katingan menjadi referensi penting untuk menghindari pelaksanaan yang terkesan coba-coba.
“Kami sudah berdiskusi langsung dengan Plt Kadisdik Katingan. Banyak pelajaran yang bisa diambil, mulai dari konsep, tantangan di lapangan, hingga strategi penyelesaiannya,” katanya.
Sementara itu, urusan penerimaan siswa akan ditangani Dinas Sosial, mengingat mereka memiliki data lengkap terkait anak-anak putus sekolah dan keluarga prasejahtera.
“Disdik fokus pada penyediaan guru, kepala sekolah, dan sarana pendukung. Sedangkan Dinas Sosial mengurus rekrutmen peserta didik,” jelasnya.
Irfansyah menegaskan, Kotim siap bergerak segera setelah petunjuk teknis dan aturan resmi dari pusat diterbitkan.
“Begitu juknis turun, kami langsung tancap gas. Prinsipnya, Kotim mendukung penuh Sekolah Rakyat sebagai terobosan membuka akses pendidikan bagi semua,” pungkasnya.(nr)








