KOTAWARINGIN TIMUR – Meski cabang atletik resmi ditiadakan dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2025, Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Disdik Kotim) tetap berkomitmen menggerakkan aktivitas fisik bagi pelajar. Sebagai alternatif, digelar Fun Run yang disambut antusias sebagai ajang penyaluran energi sekaligus pembentukan karakter generasi muda.
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, mengakui keputusan di tingkat pusat itu menjadi pukulan bagi siswa yang telah berbulan-bulan mempersiapkan diri. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya menjaga motivasi para pelajar dengan kegiatan pengganti yang tetap bermakna.
“Karena cabang atletik tidak diadakan di O2SN tahun ini, Fun Run bisa menjadi obat kekecewaan anak-anak. Mereka tetap bisa mengasah semangat dan menyalurkan energi melalui ajang ini,” ujar Irfansyah, Jumat (25/7/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, olahraga di sekolah tidak semata soal mengejar medali, tetapi juga media membentuk mental dan karakter. Nilai sportivitas, kejujuran, dan disiplin harus tertanam sejak usia dini agar menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
“Menang atau kalah itu hal biasa. Yang terpenting, anak-anak belajar menghargai proses dan menjunjung fair play. Jangan sampai mereka terbiasa melihat kecurangan, lalu menganggapnya hal wajar,” tegasnya.
Irfansyah berharap Fun Run dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar. Ia optimistis, kebiasaan berkompetisi secara sehat akan melahirkan generasi berintegritas tinggi dan menjunjung nilai-nilai positif di setiap aspek kehidupan.
“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan karakter yang kuat—jujur, sportif, dan adil. Nilai itu yang akan membentuk mereka menjadi pribadi tangguh di masa depan,” pungkasnya.(nr)








