Ketahanan Daerah Jadi Fondasi Ketahanan Nasional, Bupati Lamandau Dorong Kampus Cetak Pemimpin dan Inovator

- Publisher

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ORASI : Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra usai memberikan orasi pada Yudisium Pascasarjana UMPR, yang diikuti 160 mahasiswa di Aula Kampus 3, Kamis (30/7/2026).

ORASI : Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra usai memberikan orasi pada Yudisium Pascasarjana UMPR, yang diikuti 160 mahasiswa di Aula Kampus 3, Kamis (30/7/2026).

PALANGKA RAYA – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya bertumpu pada pemerintah pusat, tetapi juga pada kemampuan setiap daerah membangun kemandirian dan menghadapi berbagai tantangan.

Hal itu disampaikan Rizky saat memberikan orasi ilmiah pada Yudisium Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), yang diikuti 160 mahasiswa di Aula Kampus 3 UMPR, Palangka Raya, Kamis (30/7/2026)

Dalam orasi bertajuk Ketahanan Daerah sebagai Pilar Ketahanan Nasional: Peran Pendidikan Tinggi dalam Mencetak Pemimpin dan Inovator Pembangunan, Rizky menekankan bahwa ketahanan nasional pada hakikatnya berawal dari daerah yang kuat, mandiri, dan adaptif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia bukan hanya Jakarta dan tidak dibangun dari satu titik sentral. Ketahanan nasional sesungguhnya berdiri di atas fondasi yang sangat nyata di tingkat daerah, yaitu ketahanan daerah,” tegasnya.

Menurut Rizky, karakter Indonesia sebagai negara kepulauan menjadikan daerah sebagai bagian penting dari kekuatan nasional. Karena itu, pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan kemampuan daerah mengoptimalkan potensi lokal sekaligus merespons ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang muncul.

Ia mengingatkan, lemahnya suatu daerah dalam sektor pangan, ekonomi maupun kualitas sumber daya manusia pada akhirnya dapat memengaruhi ketahanan nasional. Sebaliknya, daerah yang memiliki kemandirian, kreativitas dan daya saing akan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk semakin berdaulat.

Rizky kemudian memaparkan tiga fondasi utama yang harus diperkuat untuk membangun ketahanan daerah, yakni ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan ketahanan lingkungan.

Baca Juga :  Disdik Kotim Pacu Penerapan Deep Learning, Fokus Awal pada Sekolah Penerima BOSP Kinerja

Pada sektor ekonomi, daerah didorong tidak terus bergantung pada penjualan komoditas mentah. Pengembangan industri lokal, peningkatan nilai tambah produk, pembiayaan kreatif serta penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dinilai menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekonomi daerah yang lebih tangguh.

Sementara pada aspek sosial, ketahanan dibangun melalui penguatan solidaritas masyarakat, pelestarian kearifan lokal Huma Betang, serta peningkatan mutu layanan pendidikan dan kesehatan.

Sedangkan ketahanan lingkungan harus diwujudkan dengan memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan berkelanjutan, menjaga hutan dan ekosistem serta memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi perubahan iklim.

“Siapa yang akan mengawal ketiga pilar tersebut? Jawabannya adalah sumber daya manusia yang unggul, terdidik dan berkarakter,” ujarnya.

Karena itu, Rizky menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menentukan kualitas pembangunan daerah. Kampus, kata dia, tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga harus mampu menjadi pusat lahirnya gagasan, riset terapan dan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kampus harus bertindak sebagai pusat inkubasi pembangunan dan katalisator perubahan. Dari ruang-ruang kuliah dan laboratorium inilah lahir pemimpin masa depan dan inovator pembangunan daerah,” katanya.

Ia mendorong perguruan tinggi mencetak pemimpin yang memahami karakter dan persoalan daerah, namun tetap memiliki perspektif global. Di sisi lain, kampus juga diharapkan menghasilkan inovator yang mampu mengembangkan teknologi tepat guna, memperluas diversifikasi produk lokal, mempercepat digitalisasi desa serta meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan.

Baca Juga :  Disdik Kotim Dorong Program Gizi Seimbang untuk Cegah Stunting dan Tingkatkan Fokus Belajar Siswa

Untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah, Rizky mengusulkan sejumlah bentuk kolaborasi, mulai dari penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pembangunan daerah, KKN tematik, program magang berdampak, pusat riset bersama hingga pemberian beasiswa bagi talenta daerah.

“Pengalaman kami di pemerintahan menunjukkan pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Sinergi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah,” jelasnya.

Di hadapan para peserta yudisium, Rizky juga menitipkan pesan agar para lulusan tidak sekadar berorientasi mencari pekerjaan. Mereka diharapkan mampu menciptakan peluang, menawarkan solusi dan ikut menggerakkan pembangunan di daerah masing-masing.

“Kalian jangan hanya menjadi pencari kerja, tetapi jadilah pembawa solusi, pencipta lapangan kerja sekaligus penggerak kemajuan daerah. Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari daerah, sebab dari daerah inilah lompatan besar Indonesia dimulai,” pesannya.

Rizky turut mengapresiasi UMPR yang dinilai terus berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas di Kalimantan Tengah.

Ia berharap kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi semakin konkret, sehingga riset dan inovasi yang lahir dari kampus dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, daerah yang kuat tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas manusia, kemampuan berinovasi dan kekuatan kolaborasi. Dengan fondasi tersebut, ketahanan daerah diyakini dapat menjadi penopang bagi terwujudnya Indonesia yang tangguh, berdaulat dan maju.(nr)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru