PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memantapkan persiapan pelaksanaan Huma Betang Night melalui rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, bersama Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Rabu (1/7/2026).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan siap dilaksanakan. Berbagai aspek menjadi fokus pembahasan, mulai dari kesiapan teknis, pengamanan, susunan acara, pengisi acara, hingga dukungan sarana dan prasarana agar pelaksanaan Huma Betang Night berlangsung aman, tertib, dan sukses.
Sunarti menegaskan, Huma Betang Night bukan hanya menjadi agenda hiburan bagi masyarakat, tetapi juga merupakan wadah kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, komunitas seni dan budaya, pelaku ekonomi kreatif, hingga masyarakat luas dalam semangat kebersamaan yang menjadi filosofi Huma Betang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Kami optimistis Huma Betang Night dapat terlaksana dengan lancar, aman, dan memberikan kesan positif bagi masyarakat. Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat sinergi antarinstansi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Kalimantan Tengah,” ujar Sunarti.
Menurutnya, penyelenggaraan Huma Betang Night diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian budaya daerah, memberikan ruang bagi para seniman dan pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya, sekaligus menjadi daya tarik yang mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kalimantan Tengah.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
“Dukungan seluruh pihak sangat penting agar Huma Betang Night semakin berkembang sebagai agenda unggulan Kalimantan Tengah. Semangat Huma Betang harus terus menjadi simbol persatuan dalam keberagaman, sekaligus memberikan dampak positif bagi kemajuan kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif di daerah,” pungkasnya.(nr)








