Festival Tari Anak Kalteng 2026 Resmi Dibuka, Aisyah Thisia: Lestarikan Budaya Sejak Usia Dini

- Publisher

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEMBUKA : Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran memukul gong sebagai tanda dibukanya secara resmi Festival Tari Anak Kalimantan Tengah Tahun 2026, Sabtu (27/6/2026).

MEMBUKA : Ketua TP-PKK Provinsi Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran memukul gong sebagai tanda dibukanya secara resmi Festival Tari Anak Kalimantan Tengah Tahun 2026, Sabtu (27/6/2026).

PALANGKA RAYA – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, secara resmi membuka Festival Tari Anak Kalimantan Tengah Tahun 2026 bertema “Laras Gerak” di Panggung Terbuka UPT Taman Budaya Palangka Raya, Sabtu (27/6/2026). Festival tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus pelestarian seni budaya daerah melalui kreativitas generasi muda sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Aisyah Thisia mengungkapkan rasa bangga dan bahagia dapat menyaksikan secara langsung semangat serta antusiasme anak-anak yang tampil membawa kekayaan budaya Kalimantan Tengah ke atas panggung. Menurutnya, festival ini merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

“Festival Tari Anak Kalimantan Tengah merupakan wujud komitmen bersama dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kekayaan budaya daerah sejak usia dini,” ujar Aisyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, pengenalan budaya sejak dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi penerus yang kreatif, percaya diri, berkepribadian kuat, sekaligus memiliki kecintaan terhadap identitas dan jati diri daerah.

Aisyah menjelaskan, tema “Laras Gerak” mengandung makna filosofis yang mendalam. Laras melambangkan harmoni, sedangkan gerak menjadi inti dari seni tari. Setiap gerakan tari, menurutnya, bukan sekadar rangkaian koreografi, tetapi juga sarat dengan pesan kehidupan, penghormatan kepada leluhur, semangat kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya Dayak Kalimantan Tengah.

Baca Juga :  Dorong Realisasi Anggaran 2025 Lebih Meningkat, Pemprov Kalteng Gelar Evaluasi TEPRA

“Kita ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa setiap gerak tari bukan hanya rangkaian koreografi, tetapi juga mencerminkan harmoni, keindahan, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi identitas budaya kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, Kalimantan Tengah memiliki beragam tarian tradisional yang lahir dari nilai-nilai adat, permainan rakyat, hingga inspirasi dari alam. Melalui festival ini, anak-anak memperoleh ruang untuk mengekspresikan bakat sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap budaya daerah.

Aisyah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, pelatih, orang tua, sanggar seni, dan semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan festival. Menurutnya, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan tetap berakar pada budaya bangsa.

Menutup sambutannya, Aisyah berpesan agar seluruh peserta menjadikan festival sebagai pengalaman berharga untuk belajar, berkarya, dan membangun rasa percaya diri.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah pengalaman, keberanian untuk tampil, kebersamaan yang dibangun, dan keceriaan yang kalian bagikan. Tunjukkan bahwa anak-anak Kalimantan Tengah adalah generasi hebat yang kreatif dan mencintai budayanya,” pesannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Adi Soeseno, dalam laporan yang dibacakan menyampaikan bahwa Festival Tari Anak Kalimantan Tengah Tahun 2026 diikuti 10 sanggar seni dan budaya dari Kota Palangka Raya dan sekitarnya, yakni Yayasan Usaha Mulia (YUM), Sanggar Seni dan Budaya Tunjung Nyaho, Sanggar Seni dan Budaya Kahanjak Huang, Sanggar Seni dan Budaya Ruai Bajenta, Sanggar Bawi Bahalap, Sanggar Seni dan Budaya Riak Renteng Tingang, Sanggar Seni Betang Batarung, Sanggar Seni dan Budaya Tut Wuri Handayani, Sanggar Seni dan Budaya Kacapi Kolingu Naah, serta Sanggar Seni dan Budaya Darung Tingang.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Terima Rekomendasi DPRD untuk Sempurnakan RPJMD 2025–2029

Sebanyak sekitar 60 anak ambil bagian dalam festival tersebut dengan pendampingan para pelatih dan orang tua masing-masing. Tingginya partisipasi peserta menjadi bukti bahwa minat generasi muda terhadap seni budaya daerah terus tumbuh apabila didukung dengan ruang berekspresi yang memadai.

“Kami berharap Festival Tari Anak Kalimantan Tengah dapat terus menjadi agenda budaya tahunan. Kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan kreativitas anak, memperkuat identitas budaya daerah, serta melahirkan generasi penerus yang kreatif, berkarakter, dan bangga terhadap warisan budayanya,” tutup Adi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Sekretaris TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah Adiah Chandra Sari, Kepala UPT Taman Budaya Wildae D. Binti, para pelatih, orang tua, serta seluruh peserta Festival Tari Anak Kalimantan Tengah Tahun 2026.(nr).

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru