NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat melalui penyelenggaraan bakti sosial operasi bibir sumbing gratis. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, di Poliklinik Gedung Baru RSUD Gusti Abdul Gani, Kamis (18/6/2026).
Program kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Lamandau, RSUD Gusti Abdul Gani, Smile Train Indonesia, dan Yayasan Anugerah Sentosa Surabaya. Sinergi tersebut diharapkan mampu membantu anak-anak penderita bibir sumbing memperoleh penanganan medis yang layak tanpa dipungut biaya.
Turut hadir dalam pembukaan kegiatan, Direktur RSUD Gusti Abdul Gani dr. Mardoni Setiawan, Sp.B, Dokter Agus dari Surabaya, dr. Soetomo selaku dokter spesialis bedah plastik, serta jajaran tenaga kesehatan dan pegawai RSUD Gusti Abdul Gani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Rizky Aditya Putra menegaskan bahwa operasi bibir sumbing gratis merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak. Menurutnya, tindakan operasi tidak hanya memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan rasa percaya diri para pasien.
Ia juga mengajak masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi bibir sumbing untuk segera memanfaatkan program tersebut. Kesempatan itu, kata dia, terbuka tidak hanya bagi warga Lamandau, tetapi juga masyarakat dari kabupaten sekitar.
“Pendaftaran masih kami buka. Kami mengajak masyarakat dari desa-desa di Lamandau maupun dari Kabupaten Sukamara, Kotawaringin Barat, dan daerah lainnya untuk memanfaatkan program operasi bibir sumbing gratis ini,” ujar Rizky.
Sementara itu, Direktur RSUD Gusti Abdul Gani, dr. Mardoni Setiawan, Sp.B, menjelaskan bahwa bakti sosial berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (20/6/2026). Berdasarkan data yang diterima tim medis, tercatat 19 anak telah mendaftar, namun baru 16 pasien yang memenuhi syarat untuk menjalani tindakan operasi.
“Dari 19 pendaftar, ada tiga anak yang sementara belum memenuhi persyaratan sehingga belum bisa dilakukan operasi. Kami berharap ke depan mereka juga dapat memperoleh kesempatan yang sama. Selama kegiatan berlangsung, masyarakat yang ingin mendaftar masih kami layani,” jelasnya.
Mardoni berharap kegiatan sosial tersebut dapat berjalan lancar sekaligus menjadi agenda berkelanjutan melalui kolaborasi antara Pemkab Lamandau, Smile Train Indonesia, dan Yayasan Anugerah Sentosa Surabaya.
“Semoga kerja sama ini terus berlanjut sehingga semakin banyak anak yang mendapatkan layanan operasi bibir sumbing secara gratis dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(nr)








