PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) mengawali tahun 2026 dengan menggelar perhelatan spiritual bertajuk Kalimantan Tengah Berdoa. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi dan penguatan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menyongsong tahun baru dengan optimisme dan semangat persatuan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalteng, serta Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung. Kehadiran para pemimpin daerah itu menegaskan komitmen bersama dalam membangun Kalimantan Tengah yang religius, harmonis, dan berdaya saing.
Salah satu momen paling khidmat dalam rangkaian kegiatan ini adalah pembacaan doa lintas agama. Lima tokoh agama secara bergantian memimpin doa di panggung utama, memohon keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi bangsa Indonesia dan khususnya Provinsi Kalimantan Tengah sepanjang 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana hening dan penuh kekhusyukan menyelimuti lokasi acara saat doa-doa dipanjatkan. Kebersamaan lintas iman tersebut menjadi simbol nyata kokohnya toleransi dan kerukunan umat beragama di Bumi Tambun Bungai. Momentum ini sekaligus mempertegas bahwa keberagaman di Kalimantan Tengah adalah kekuatan utama dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanamkan pikiran positif serta membangun budaya saling mendoakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita awali tahun ini dengan doa dan niat baik. Mari kita berpikir positif, saling mendoakan, dan mendukung satu sama lain. Doakan para pemimpin bangsa agar diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan amanah,” ujar Agustiar Sabran.
Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada program dan kebijakan, tetapi juga pada kekuatan spiritual, persatuan, serta dukungan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan Kalimantan Tengah Berdoa harus menjadi energi kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan di tahun mendatang.
Dengan doa dan tekad bersama, Pemprov Kalteng optimistis 2026 akan menjadi tahun penuh keberkahan, kemajuan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah.(nr).








