Kedai Kopi RI Tembus 461 Ribu, APJI Kotim Ingatkan Regenerasi Kebun Kopi Terancam Mandek

- Publisher

Senin, 2 Maret 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IST/Foto Muhammad Chalid.,S.M

IST/Foto Muhammad Chalid.,S.M

SAMPIT – Indonesia kini mencatatkan diri sebagai negara dengan jumlah kedai kopi terbanyak di dunia. Tercatat sekitar 461 ribu kedai kopi beroperasi di berbagai daerah, jumlah yang hampir tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan Amerika Serikat. Ledakan bisnis kopi ini menjadi penanda kuatnya budaya ngopi sekaligus geliat ekonomi kreatif berbasis kuliner di Tanah Air.

Namun di balik euforia pertumbuhan kedai kopi, muncul kekhawatiran serius soal keberlanjutan pasokan bahan baku. Pertumbuhan hilir yang masif dinilai belum diimbangi dengan penguatan sektor hulu, khususnya regenerasi kebun kopi dan petani.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI), Muhammad Chalid, menilai industri kopi nasional berpotensi menghadapi krisis bahan baku jika pembaruan kebun kopi dan kaderisasi petani tidak segera dipacu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jumlah kedai kopi kita melonjak luar biasa. Tapi kalau kebun kopi tidak diremajakan dan regenerasi petani tidak berjalan, suplai biji kopi akan tertinggal. Ini ancaman serius bagi keberlanjutan industri kopi nasional,” tegas Chalid, Senin (2/3/2026).

Baca Juga :  Jamkrido Berdayakan Warga Binaan Lapas Tangerang

Ia menjelaskan, banyak kebun kopi rakyat saat ini telah berusia tua dengan produktivitas menurun. Di sisi lain, minat generasi muda untuk terjun ke sektor budidaya kopi relatif masih rendah karena dianggap kurang menjanjikan dibanding sektor jasa dan industri kreatif di perkotaan.

Menurut Chalid, kondisi ini menciptakan ketimpangan antara pertumbuhan bisnis di hilir kedai kopi, roastery, dan industri minuman dengan kapasitas produksi di hulu. Jika tidak segera dijembatani, harga bahan baku berisiko naik tajam dan kualitas pasokan bisa tidak stabil.

“Kalau pasokan terganggu, yang terdampak bukan cuma petani, tapi juga pelaku usaha kedai kopi, UMKM, hingga konsumen. Harga bisa melonjak, kualitas tidak konsisten, dan ujungnya daya saing kedai kopi kita bisa turun,” jelasnya.

Baca Juga :  Rizky Aditya Putra Hadiri HUT Kutaringin ke-423, Tegaskan Budaya Jadi Perekat Persaudaraan Antar Daerah

APJI mendorong adanya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha kopi, dan komunitas petani untuk mempercepat program peremajaan kebun kopi, peningkatan akses pembiayaan, serta transfer pengetahuan budidaya modern. Selain itu, keterlibatan kedai kopi dalam skema kemitraan langsung dengan petani dinilai dapat memperkuat ekosistem kopi dari hulu ke hilir.

Chalid juga menilai tren kedai kopi seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum membangun ekosistem kopi berkelanjutan, bukan sekadar ekspansi gerai.

“Ledakan kedai kopi ini peluang besar. Tapi jangan sampai kita rajin membuka kedai, sementara kebun kopi kita dibiarkan menua. Kalau hulunya rapuh, hilirnya juga akan goyah,” pungkasnya.

Dengan posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama industri kopi global, keberlanjutan kebun kopi dan regenerasi petani menjadi kunci agar 461 ribu kedai kopi yang menjamur hari ini tetap punya masa depan yang kuat dan berkelanjutan.(nr).

Berita Terkait

UMKM Tersenyum, Road Race Taman Kota Sampit Dongkrak Penjualan hingga Empat Kali Lipat
Klamby Hadir di Palangka Raya, Bawa Semangat Baru dan Keanggunan di Akhir Tahun
PT Yessoe Transportasi Indonesia dan PT Tutut Transport Group Menjalin Silahturahmi Strategis untuk Tingkatkan Layanan Transportasi Darat Antar Kota
Penguat Peran HIPMI Kotim: Rifki Bahas Strategi Sinergi dan Kolaborasi
Muhammad Rifki Nahkodai HIPMI Kotim, Dorong Transformasi Digital UMKM Lewat Inovasi HIPMI GO
Haji Isam hingga Bos Sinar Mas serta Sederet Konglomerat Hadir Peluncuran BPI Danantara
Capaian Manajemen PT Bank Kalteng 2024, Aset dan Laba Bersih Tumbuh Positif
Wujudkan Asta Cita 100 Hari Kerja Pemerintah, Jamkrindo Lakukan Penguatan Ekosistem Penjaminan Daerah
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 21:16 WIB

Kedai Kopi RI Tembus 461 Ribu, APJI Kotim Ingatkan Regenerasi Kebun Kopi Terancam Mandek

Minggu, 14 Desember 2025 - 16:42 WIB

UMKM Tersenyum, Road Race Taman Kota Sampit Dongkrak Penjualan hingga Empat Kali Lipat

Minggu, 2 November 2025 - 15:52 WIB

Klamby Hadir di Palangka Raya, Bawa Semangat Baru dan Keanggunan di Akhir Tahun

Sabtu, 12 Juli 2025 - 17:52 WIB

PT Yessoe Transportasi Indonesia dan PT Tutut Transport Group Menjalin Silahturahmi Strategis untuk Tingkatkan Layanan Transportasi Darat Antar Kota

Jumat, 4 Juli 2025 - 10:44 WIB

Penguat Peran HIPMI Kotim: Rifki Bahas Strategi Sinergi dan Kolaborasi

Berita Terbaru

SARTIJAB : Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, saat menghadiri Sartijab kepala Diskominfosantik Kalteng yang digelar di Ruang Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (1/7/2026).

Palangka Raya

Linae Pimpin Sertijab Tiga OPD, Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Rabu, 1 Jul 2026 - 23:42 WIB