PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama 1447 H/2026 M sebagai ruang temu lintas elemen untuk memperkuat soliditas pembangunan daerah. Kegiatan yang difasilitasi Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) itu berlangsung khidmat di Istana Isen Mulang (IIM), Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Senin (23/2/2026) sore.
Acara yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dihadiri Gubernur Agustiar Sabran, Wakil Gubernur Edy Pratowo, Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, serta jajaran Forkopimda Kalteng. Turut hadir pimpinan instansi vertikal, tokoh agama dan adat, akademisi, hingga perwakilan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan Ramadan adalah momentum strategis untuk menyatukan persepsi dan mengurai persoalan pembangunan melalui dialog langsung antar pemangku kepentingan. Ia menilai silaturahmi rutin mempercepat lahirnya solusi dan gagasan segar bagi kemajuan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semakin sering kita bertemu, semakin mudah menyamakan langkah. Persoalan apa pun bisa dicarikan jalan keluar jika kita duduk bersama. Dari silaturahmi lahir ide-ide baru untuk memajukan Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar.
Ia juga menekankan makna puasa sebagai penguat nilai kebersamaan, sejalan dengan falsafah Huma Betang yang menjunjung hidup rukun dalam keberagaman. Menurutnya, percepatan pembangunan membutuhkan kolaborasi nyata lintas sektor pemerintah, aparat, ulama, akademisi, hingga masyarakat.
“Kebersamaan membuat kita kuat. Membangun Kalteng tak bisa sendiri-sendiri; perlu kerja kolektif,” tambahnya.
Suasana kian hangat saat Gubernur menyelipkan pantun untuk menyemangati soliditas Forkopimda dan seluruh elemen daerah, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin. Momen kebersamaan itu menegaskan komitmen persatuan dalam menjaga stabilitas dan mengakselerasi program prioritas provinsi.
Sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci, Pemprov Kalteng menyalurkan paket sembako secara simbolis kepada perwakilan panti asuhan. Bantuan tersebut diharapkan meringankan beban kelompok rentan sekaligus menguatkan semangat berbagi.
Kehangatan acara juga ditandai dengan penyerahan cenderamata karya seni foto siluet dari daun jati oleh penceramah asal Kalimantan Selatan, Ustadz H. Hasanuddin Al-Banjari, kepada Gubernur. Simbol ini merepresentasikan kedekatan ulama dan umara dalam merawat harmoni sosial.
Menjelang azan magrib sekitar pukul 17.46 WIB, hadirin mengikuti tausiah Ramadan yang disampaikan UAS Banjar dengan gaya komunikatif dan penuh humor, disertai doa untuk keberkahan, kemajuan, dan kesejahteraan Kalimantan Tengah.
Pemprov berharap forum silaturahmi ini tak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi simpul penguat sinergi. Dengan dukungan doa para ulama serta kolaborasi Forkopimda dan masyarakat, langkah percepatan pembangunan di Bumi Tambun Bungai diyakini kian solid menuju Kalteng yang berkah, maju, dan sejahtera.(nr).








