LAMANDAU – Pemerintah Kabupaten Lamandau mulai merintis pengembangan sektor peternakan melalui pilot project sapi perah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengatakan bahwa pada tahap awal program ini, pemerintah daerah mendatangkan 20 ekor sapi perah asal Boyolali yang ditempatkan di Desa Persiapan Liku Mulya Sakti.
Menurut Rizky, pemilihan sapi perah Boyolali bukan tanpa pertimbangan. Selain telah dikenal produktif, jenis sapi ini juga dinilai mampu beradaptasi dengan baik di wilayah beriklim tropis seperti Lamandau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memilih sapi perah Boyolali karena sudah teruji dan cocok dengan kondisi iklim daerah kita. Selain itu, sapi ini sebelumnya telah melalui uji coba dan terbukti mampu menghasilkan susu dengan baik,” ujar Rizky.
Ia menjelaskan, program ini tidak hanya berorientasi pada produksi susu, tetapi juga memiliki nilai tambah jangka panjang. Sapi perah Boyolali memiliki keunggulan karena dapat dikembangkan melalui inseminasi buatan menggunakan semen sapi unggul seperti Limousin atau Simental.
“Artinya, selain menghasilkan susu, sapi perah ini juga berpotensi menjadi indukan penghasil bibit sapi pedaging. Jadi manfaatnya ganda, untuk kebutuhan pangan sekaligus pengembangan ternak,” tegasnya.
Rizky berharap pilot project ini dapat menjadi percontohan bagi pengembangan peternakan terpadu di Kabupaten Lamandau. Ke depan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan pendampingan agar program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan peternak dan perekonomian masyarakat desa.
“Jika program ini berhasil, tidak menutup kemungkinan akan kita kembangkan ke wilayah lain di Lamandau,” pungkasnya.(nr/sekaltengcom)








