LAMANDAU – Bupati Kabupaten Lamandau, Rizky Aditya Putra, resmi menutup rangkaian Festival Babukung 2025 yang digelar selama tiga hari penuh dengan kemeriahan dan semangat kebersamaan, Senin (10/11).
Dalam sambutannya, Bupati Rizky menyampaikan rasa bangganya atas suksesnya pelaksanaan festival budaya tahunan yang telah menjadi ikon kebanggaan masyarakat Lamandau itu. Ia menilai, Festival Babukung bukan sekadar pesta budaya, tetapi juga wadah yang menampilkan kreativitas, inovasi, dan identitas masyarakat Lamandau.
“Festival Babukung bukan hanya meriah dan khas, tetapi juga sarat makna. Setiap kegiatan seperti karnaval topeng, tari kreasi Babukung, lomba kuliner, hingga pameran UMKM menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Kabupaten Lamandau tercinta,” ujar Rizky.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Rizky turut memberikan apresiasi kepada Event Organizer Merah Putih dan Dinas Pariwisata Lamandau yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menyebut, keberhasilan festival ini merupakan buah dari sinergi dan gotong royong seluruh pihak, baik pemerintah, pelaku seni, maupun masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lamandau, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan tim pendamping yang telah berkontribusi aktif. Melestarikan budaya melalui festival seperti ini adalah wujud nyata partisipasi dan kebersamaan untuk membangun Lamandau yang bermartabat,” imbuhnya.
Rizky juga memberikan ucapan selamat kepada para pemenang berbagai lomba yang digelar selama festival. Ia berpesan agar capaian tersebut tidak menjadi akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus berkarya dan membawa kebudayaan Lamandau semakin dikenal luas.
“Jangan cepat berpuas diri. Teruslah berkreasi dan berinovasi demi kemajuan adat, budaya, dan pariwisata Lamandau. Mari kita jaga keberagaman budaya sebagai kekuatan membangun generasi muda yang berkarakter, berkualitas, dan kompetitif,” pesannya.
Lebih lanjut, Bupati Rizky berharap agar festival ini mampu menumbuhkan nilai-nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan ajang budaya seperti Babukung sebagai sarana memperkuat toleransi dan kerukunan sosial di Lamandau.
“Festival Babukung bukan hanya tentang seni dan hiburan, tetapi juga tentang persatuan. Ini adalah ruang bagi kita semua untuk mengenal, menghargai, dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari jati diri Lamandau,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Rizky dengan penuh rasa syukur menyatakan Festival Babukung 2025 resmi ditutup. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kebersamaan hingga pelaksanaan festival berikutnya.
“Dengan mengucap Alhamdulillahirabbil’alamin, kegiatan Festival Babukung 2025 secara resmi saya tutup. Selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasinya. Sampai jumpa di Festival Babukung tahun depan,” pungkasnya.
Sementara itu, masyarakat dan pelaku UMKM mengaku bangga dan antusias dengan terselenggaranya festival tahun ini yang dinilai lebih semarak dan tertata dibandingkan sebelumnya. Mereka berharap pemerintah daerah terus mendukung kegiatan serupa yang mampu menggairahkan ekonomi lokal, memperluas peluang promosi wisata, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.
Pemerintah Kabupaten Lamandau juga berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, agar Festival Babukung di tahun-tahun mendatang tidak hanya menjadi ajang budaya lokal, tetapi juga dapat bersaing di tingkat nasional sebagai ikon pariwisata unggulan Kalimantan Tengah.(nr/sekaltengcom)








