KOTAWARINGIN TIMUR – Deru mesin motor trail memecah kesunyian Bukit Lumut, Kecamatan Cempaga, Sabtu (9/8/2025). Ratusan pecinta off-road ikut ambil bagian dalam ajang Trabas Sambil Jaga Karhutla, sebuah kegiatan yang memadukan adrenalin petualangan dengan misi menjaga kelestarian hutan. Event ini digelar untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-79 Bhayangkara, dan sukses menyulut semangat kebersamaan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Di antara peserta, Komunitas Trail Motor Sampit (TMS) tampil kompak dengan seragam khas mereka. Menurut Tiyo, salah satu anggota yang juga pemilik bengkel motor di kota Sampit, kegiatan ini bukan sekadar ajang menyalurkan hobi, tetapi juga wujud kepedulian nyata terhadap lingkungan.
“Kami komunitas TMS ikut trabas sambil berupaya mencegah kebakaran hutan dan lahan. Event ini memadukan kegemaran kami mengendarai motor trail dengan aksi sosial yang bermanfaat,” ujar Tiyo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, trabas sering kali menjadi sarana efektif untuk menyosialisasikan pesan penting tentang menjaga lingkungan. Para pengendara trail dapat menjangkau daerah yang sulit diakses kendaraan biasa, sehingga memungkinkan mereka untuk memantau kondisi hutan, mendeteksi potensi titik api, hingga mengedukasi warga setempat terkait larangan membakar lahan.
“Kegiatan seperti ini bisa menjadi media kreatif untuk melibatkan komunitas motor dalam upaya pencegahan Karhutla. Kami bisa menyebarkan informasi, memantau wilayah rawan, dan memberikan contoh bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
Suasana di Bukit Lumut pada hari itu tidak hanya diwarnai aksi melibas medan terjal, tetapi juga rasa persaudaraan antar komunitas trail dari berbagai daerah. Bendera merah putih berkibar gagah di antara debu dan lumpur, seakan mengingatkan bahwa perayaan kemerdekaan tak hanya diisi dengan lomba, tetapi juga aksi nyata menjaga bumi. (nr/sekalteng)








