PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo memulai masa kepemimpinan 2025 dengan langkah cepat dan penuh determinasi. Tidak menunggu waktu lama, keduanya langsung turun ke lapangan membawa program prioritas yang menyentuh kebutuhan mendesak rakyat.
Melalui Program 100 Hari Huma Betang, berbagai terobosan dilakukan. Mulai dari pembenahan infrastruktur, penguatan layanan dasar, hingga upaya stabilisasi harga bahan pokok. “Bagi kami, 100 hari pertama bukan untuk pencitraan, tapi penegasan arah kerja. Rakyat butuh aksi, bukan wacana,” tegas Agustiar dalam sejumlah kunjungan kerja belum lama ini.
Beberapa langkah nyata yang langsung dirasakan masyarakat antara lain: perluasan akses internet hingga pelosok, perbaikan jalan penghubung antarwilayah, distribusi bantuan untuk petani dan nelayan, serta subsidi pangan dan pendidikan. Program ini dirancang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan keberpihakan pada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng juga meluncurkan Kartu Huma Betang Sejahtera, yang mengintegrasikan bantuan sosial di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan. Tak kalah penting, Gubernur memerintahkan percepatan pengangkatan tenaga honorer menjadi PPPK serta memperkuat kesiapsiagaan bencana seperti karhutla dan banjir.
Dengan capaian 100 persen dalam pelaksanaan program dari 20 Februari hingga 30 Mei 2025, Gubernur menyebut keberhasilan ini sebagai fondasi awal menuju perubahan berkelanjutan. “Bukan sekadar target administratif, tapi hasilnya bisa dilihat dan dirasakan langsung,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan program 100 hari, Gubernur tak mengendurkan langkah. Ia intens melakukan blusukan ke kabupaten dan desa, berdialog langsung dengan masyarakat, meninjau infrastruktur, dan mengumpulkan aspirasi dari akar rumput. “Kebijakan yang baik lahir dari mendengar rakyat,” ucapnya.
Gubernur juga melakukan sidak ke berbagai instansi publik seperti RSUD, Bapenda, dan DPMPTSP untuk memastikan kualitas layanan. Dalam sidak ke sekolah, ia dengan tegas melarang penahanan ijazah siswa karena tunggakan, terutama bagi keluarga kurang mampu.
Tak hanya di level birokrasi, Gubernur aktif menggandeng pelaku usaha, tokoh adat, Forkopimda, serta pemuda untuk menciptakan sinergi lintas sektor demi pembangunan inklusif.
Salah satu program inovatif yang kini rutin digelar adalah Huma Betang Night—ajang hiburan rakyat sekaligus pemberdayaan UMKM lokal yang digelar tiap akhir pekan. Dalam acara keempat pada Sabtu (5/7/2025), Gubernur menyebut kegiatan ini sebagai ruang promosi produk lokal sekaligus pelestarian budaya dalam semangat NKRI.
Dengan semangat kerja cepat, kolaboratif, dan menyentuh langsung kebutuhan warga, Agustiar Sabran membawa energi baru untuk Kalteng. “Kami terus bergerak. Tujuan kami jelas: Kalteng BERKAH, Kalteng Maju, menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (nr/sekaltengcom)








