SUKAMARA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menggencarkan pengembangan Shrimp Estate, sebuah proyek unggulan di sektor perikanan budidaya yang dirancang untuk memperkuat ekonomi daerah serta membuka peluang usaha bagi masyarakat pesisir. Inisiatif ini bermula dari gagasan Gubernur sebelumnya, H. Sugianto Sabran, dan kini diperluas cakupannya di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran.
Program ini menjadi bagian integral dari roadmap pembangunan daerah dalam visi Huma Betang 2025–2030, yang fokus pada pemanfaatan sumber daya alam secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pengembangan kawasan tambak udang ini juga sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam mempercepat industrialisasi dan hilirisasi sektor perikanan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) yang hadir mewakili Gubernur menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional dan berorientasi bisnis. Ia menyarankan agar pengelolaan Shrimp Estate ke depan tidak hanya bergantung pada skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), namun juga dikaji kemungkinan alih kelola ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar dapat dikelola secara lebih kompetitif dan berkelanjutan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gubernur ingin agar program ini tidak sekadar menjadi proyek percontohan, tetapi menjadi model investasi yang mampu menyumbang PAD secara signifikan dan menjadi motor penggerak ekonomi wilayah pesisir,” ujar Herson dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Herson berharap agar Shrimp Estate dapat menjadi pionir dalam pengembangan industri perikanan modern, tidak hanya untuk wilayah Sukamara, namun juga bagi kabupaten/kota lain di Kalimantan Tengah. Proyek ini diharapkan mampu memperluas dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal, baik dalam bentuk lapangan kerja maupun peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah, Sri Widanarni, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu prioritas pembangunan sektor kelautan. Kawasan budidaya dikelola melalui BLUD UPT Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Sei Raja, yang telah menghasilkan udang berkualitas tinggi dengan potensi ekspor yang menjanjikan.
“Pasar internasional menjadi target jangka panjang kami. Namun lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi tumbuhnya ekosistem ekonomi berbasis kelautan di daerah pesisir,” ujar Sri dalam laporannya. Ia juga menekankan perlunya kajian lanjutan dalam rangka menjajaki transformasi pengelolaan ke skema BUMD untuk memaksimalkan nilai tambah ekonomi.
Kegiatan kunjungan ke kawasan Shrimp Estate turut dihadiri sejumlah pejabat dari perangkat daerah Provinsi Kalteng, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sukamara, serta Kepala BLUD UPT PBAPL, Wahyu Marta Lukyanto, beserta tim teknis. (nr/sekaltengcom/diskominfosantik)








