MUARA TEWEH – Suhu politik di Kabupaten Barito Utara (Batara) kian menghangat menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024. Dua pasangan calon bupati dan wakil bupati resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kini bersiap menjalani tahapan penting: pemeriksaan kesehatan di RSUD dr. Doris Sylvanus, Palangka Raya, Senin pagi (2/6).
Pasangan Jimmy Carter dan Inriaty Karawaheni tampil sebagai kekuatan baru yang mewakili kesinambungan dari pasangan Ahmad Gunadi–Sastra Jaya. Inriaty, yang dikenal luas sebagai birokrat senior dengan segudang pengalaman, diharapkan mampu menjadi daya tarik tersendiri, terutama di kalangan pemilih perempuan dan ASN.
Sementara itu, lawan politik mereka tak kalah solid. Pasangan Shalahuddin dan Felix, yang disebut-sebut sebagai regenerasi dari Gogo Purman Jaya–Hendro Nakalelo, menawarkan kombinasi antara rekam jejak birokrasi dan kekuatan jaringan bisnis. Shalahuddin dikenal sebagai sosok berpengalaman di dunia infrastruktur, sementara Felix membawa kekuatan dari dunia usaha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Farid Zaky, analis politik dari Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, dinamika yang berkembang menunjukkan bahwa pertarungan ini bukan hanya soal figur utama, melainkan juga jaringan dan persepsi publik yang telah terbentuk sejak lama.
“Akar massa kedua belah pihak sudah terbentuk. Tinggal bagaimana mereka menjaga soliditas dan memperluas pengaruh,” jelasnya.
Farid juga menyoroti pentingnya figur wakil dalam menaikkan daya saing pasangan. Kehadiran Inriaty, misalnya, bisa menjadi kunci untuk merebut simpati pemilih perempuan dan kalangan birokrat. Sementara Felix memperkuat aspek logistik dan dukungan sektor ekonomi.
“Menariknya, dukungan moral dari elit provinsi juga turut menyokong pasangan Shalahuddin–Felix. Diketahui keduanya memiliki hubungan baik dengan pimpinan daerah tingkat provinsi, yang dianggap sebagai modal sosial dan politik dalam kontestasi singkat ini,” ujarnya.
Farid menilai, pelaksanaan PSU ini merupakan babak baru yang sarat pembelajaran, terutama terkait dugaan politik uang pada pemilu sebelumnya. Ia berharap semua pihak mengambil pelajaran dan menjunjung tinggi integritas.
“Waktu 90 hari memang pendek, tapi cukup untuk menunjukkan komitmen demokrasi yang bersih. Jika politik uang terulang, itu kemunduran,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Pilkada seharusnya menjadi ajang adu gagasan, bukan sekadar adu amplop.
“Kita perlu dorong kampanye yang sehat. Biaya politik seharusnya hanya untuk keperluan legal, bukan praktik transaksional,” ujarnya.
Sesuai jadwal, kedua pasangan calon akan menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan hari ini mulai pukul 07.30 WIB di RSUD Doris Sylvanus. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, psikologis, serta tes bebas narkoba.
“Proses akan dilakukan sesuai standar nasional yang ditetapkan oleh KPU,” kata Siska Dewi Lestari, Ketua KPU Barito Utara.
Sementara itu, dr. Suyuti Syamsul, Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus, membenarkan kesiapan pihaknya dalam menyambut tahapan krusial ini.
“Pemeriksaan ini penting untuk memastikan para calon siap secara medis menjalani proses pilkada,” ucapnya.
Dengan tahapan yang mulai bergulir dan dua kekuatan besar saling berhadapan, Pilkada Barito Utara diprediksi menjadi salah satu pertarungan politik lokal yang paling menarik tahun ini. Semua mata kini tertuju ke Kebupaten Barito Utara, siapa yang akan keluar sebagai pemenang di tengah persaingan yang kian sengit ini. (nr/sekaltengcom)








