KOTAWARINGIN TIMUR – Kepemimpinan baru resmi dimulai di tubuh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kotawaringin Timur. H. Muhammad Rifki ditetapkan sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Kotim setelah dilantik oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Kalimantan Tengah dalam seremoni yang digelar di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Sabtu (24/5) malam. Pelantikan ini juga sekaligus melantik pengurus HIPMI dari Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara.
Mengusung semangat pembaruan, Rifki membawa visi besar untuk mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar lebih adaptif terhadap teknologi digital. Program unggulannya, HIPMI GO, menjadi wadah penguatan UMKM berbasis teknologi digital yang menyasar pengembangan ekosistem bisnis modern dan terintegrasi.
Dalam sambutannya, Rifki menegaskan komitmennya membangun sinergi antara HIPMI, pemerintah daerah, serta pelaku UMKM lokal. Karena menurutnya UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin mendorong mereka naik kelas lewat digitalisasi. Tidak hanya menjual secara online, tapi juga mengelola usaha dengan lebih efisien dan terhubung secara sistematis,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan memulai pemetaan potensi dan tantangan UMKM berbasis data digital. Dengan pemetaan ini, pihaknya bisa menyusun strategi kerja sama yang lebih tepat sasaran.
“Ada banyak terobosan yang kami siapkan, termasuk pelatihan digital marketing, e-commerce, dan pemanfaatan AI untuk pelaku UMKM,” ungkap Rifki.
Sementara itu, Ketua demisioner BPC HIPMI Kotim, Wawan Setiawan Marang, dalam kesempatan yang sama mengingatkan pentingnya pola pikir futuristik bagi kader HIPMI. Menurutnya, HIPMI harus menjadi motor penggerak inovasi ekonomi daerah.
“Kita harus tanggap terhadap perubahan. Pengusaha muda hari ini bukan hanya bicara modal, tapi juga kreativitas, jejaring, dan kepekaan terhadap teknologi,” pesannya.
Untuk diketahui, sehari sebelumnya, yakni Jumat, 23 Mei 2025, BPD HIPMI Kalimantan Tengah menggelar Muscab (Musyawarah Cabang) dan Forum Bisnis yang juga berlangsung di Hotel Mercure Pangkalan Bun. Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, seperti Sekda Kotawaringin Barat, unsur Forkompimda, serta perwakilan pengusaha muda dari empat kabupaten.
Forum tersebut menjadi ajang diskusi dan pertukaran gagasan strategis seputar penguatan peran HIPMI dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya di sektor kewirausahaan muda dan pemberdayaan UMKM. (nr/sekaltengcom)








