PALANGKA RAYA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Abdul Muti, melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Jumat (9/5). Salah satu agendanya adalah mengamati langsung proses pembelajaran di SMK Negeri 3 Palangka Raya, yang dikenal sebagai sekolah vokasi unggulan di wilayah tersebut.
Kehadiran Menteri Abdul Muti disambut hangat oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo. Turut hadir dalam rombongan pejabat kementerian, Direktur KSPPSTK, serta perwakilan kepala sekolah dan guru dari berbagai institusi pendidikan di bawah naungan pemerintah pusat.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menjelaskan bahwa kunjungan ini memberikan kesempatan bagi Mendikdasmen untuk melihat secara langsung fasilitas dan proses belajar-mengajar di berbagai program keahlian, seperti Kuliner, Tata Kecantikan, dan Manajemen Perhotelan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“SMK Negeri 3 tidak hanya menjadi kebanggaan daerah karena statusnya sebagai SMK Pusat Keunggulan, tetapi juga karena mampu menjembatani siswanya untuk meniti karier internasional, khususnya di Jepang. Mereka rutin mengirim lulusan terbaik ke sana untuk bekerja di sektor profesional,” ungkap Reza.
Lebih lanjut, Reza menyatakan bahwa kedatangan Menteri merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap pengembangan pendidikan kejuruan. “Ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Kehadiran Pak Menteri menjadi suntikan semangat bagi seluruh pelaku pendidikan di daerah agar terus berinovasi dan meningkatkan daya saing lulusan,” ujarnya.
Tak hanya menyoroti aspek vokasi, kunjungan ini juga menandai dukungan Kalimantan Tengah terhadap Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Salah satu fokusnya adalah transformasi digital di lingkungan sekolah.
“Pak Menteri menyaksikan langsung bagaimana teknologi mulai terintegrasi dalam kegiatan belajar-mengajar. Ini menunjukkan bahwa meskipun berada di luar pulau Jawa, sekolah-sekolah di Kalimantan Tengah sudah mengikuti arah kebijakan nasional,” tambah Reza.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menciptakan sistem pendidikan vokasi yang adaptif, berorientasi masa depan, serta mampu menghadirkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global. (nr/sekaltengcom)








