PANGKALAN BUN – Wujud nyata kolaborasi antara instansi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat kembali terlihat di Kumai. Selasa (29/4), UPT Pelabuhan Perikanan Kumai bersama Pos TNI AL Kumai dan warga sekitar bahu membahu memperbaiki jembatan penyeberangan yang berada di kawasan Pelabuhan Perikanan Kumai.
Kegiatan tersebut merupakan respons terhadap kondisi jembatan yang mulai rapuh akibat usia dan paparan cuaca. Jembatan tersebut merupakan akses utama bagi para nelayan, pekerja pelabuhan, dan masyarakat setempat yang beraktivitas di area pelabuhan.
“Tujuan perbaikan ini adalah menjamin keselamatan pengguna dan mendukung kelancaran kegiatan ekonomi di kawasan pelabuhan. Fasilitas ini sangat vital,” ujar Aminudin, Kepala UPT Pelabuhan Perikanan Kumai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengerjaan difokuskan pada penguatan struktur jembatan dan penggantian komponen-komponen kayu yang telah lapuk. Aminudin juga menambahkan bahwa perbaikan menyeluruh sangat dibutuhkan, dan pihaknya berharap pemerintah daerah maupun pusat dapat mengalokasikan dukungan untuk rehabilitasi permanen.
Sementara itu, kehadiran Pos TNI AL Kumai menjadi bagian penting dalam proses perbaikan. Tak hanya bertugas menjaga keamanan perairan, mereka turut berperan dalam kegiatan sosial dan pembangunan sarana umum.
“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI AL juga turut serta dalam mendukung pembangunan masyarakat, tidak hanya melalui pengamanan laut, tapi juga dengan ikut turun tangan dalam kegiatan seperti ini,” kata perwakilan Pos TNI AL Kumai.
Antusiasme warga sangat tinggi. Banyak dari mereka ikut serta dalam pengerjaan, dan berharap agar perhatian terhadap fasilitas pelabuhan seperti ini dapat terus ditingkatkan. Mereka menyadari betul bahwa pelabuhan Kumai merupakan nadi ekonomi yang menggerakkan kehidupan masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Darliansjah, turut menyampaikan penghargaan atas kerja sama lintas sektor ini. Ia menyebut sinergi ini sebagai contoh konkret dari semangat gotong royong dalam menjaga dan merawat infrastruktur publik.
“Fasilitas umum seperti ini harus kita jaga bersama. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama agar pelabuhan tetap berfungsi optimal untuk mendukung sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Proses perbaikan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Setelah selesai, jembatan ini diharapkan bisa kembali dimanfaatkan dengan aman oleh masyarakat dan menjadi penopang utama kegiatan pelabuhan dalam jangka panjang. (nr/sekaltengcom)








