BPBD Kalteng Bangun Dapur Umum dan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Buntok

- Publisher

Minggu, 27 April 2025 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DIRIKAN : Tim Logistik BPBD Provinsi Kalteng saat mendirikan Dapur Umum untuk Korban Terdampak Banjir Minggu (27/4).(IST)

DIRIKAN : Tim Logistik BPBD Provinsi Kalteng saat mendirikan Dapur Umum untuk Korban Terdampak Banjir Minggu (27/4).(IST)

BUNTOK – Dalam upaya memberikan respon cepat terhadap bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendirikan dapur umum untuk membantu kebutuhan logistik warga yang terdampak banjir di wilayah Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Minggu (27/4).

Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, menyampaikan bahwa meskipun genangan air mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan, beberapa wilayah hilir masih terendam. Dapur umum didirikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan nyata dari pemerintah provinsi untuk menjamin ketersediaan makanan bagi warga yang masih bertahan di lokasi terdampak.

“Kami fokus memastikan warga tidak kesulitan memenuhi kebutuhan harian mereka. Selain membuka dapur umum, kami juga mendistribusikan bantuan pangan berupa paket sembako,” ujar Toyib.

Selain logistik makanan, BPBD Kalteng juga menyiagakan personel dan sarana evakuasi bagi warga yang membutuhkan pertolongan, serta melaksanakan berbagai tindakan darurat lain di lapangan. Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Tengah, yang sebelumnya melepas keberangkatan logistik dari halaman Istana Isen Mulang dan turut menyerahkan bantuan secara langsung di Desa Talio, Kecamatan Karau Kuala.

Lebih lanjut, Toyib menjelaskan bahwa banjir yang melanda Kabupaten Barito Selatan telah berlangsung cukup lama, sejak awal Januari hingga akhir April 2025, dan memberi dampak signifikan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Staf Ahli Gubernur Ekkeubang Yuas Elko Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Kalteng Aman di Angka 1,33%

“Banjir ini mempengaruhi enam kecamatan dan melanda 65 desa atau kelurahan. Berdasarkan pendataan, sekitar 93.384 warga terdampak, dan lebih dari 20 ribu fasilitas umum ikut terimbas, termasuk sekolah, tempat ibadah, dan infrastruktur dasar lainnya,” jelasnya.

Menanggapi situasi ini, BPBD Kalteng telah melakukan koordinasi intensif melalui rapat bersama Gubernur guna mempercepat penanganan di wilayah terdampak. Dari hasil rapat, diketahui ada tiga kabupaten yang masih terdampak banjir cukup parah, yakni Barito Selatan, Pulang Pisau, dan Barito Timur.

“Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berupaya memberikan penanganan yang cepat serta terkoordinasi dengan baik untuk meminimalkan risiko lanjutan,” tutupnya. (nr/sekaltengcom)

Berita Terkait

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov
Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar
Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong
Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga
Agustiar Sabran Turun ke Jalan, Bagikan Masker dan Vitamin kepada Warga
Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil
Bupati Lamandau Desak Kebijakan Khusus Atasi Kelangkaan BBM
BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 19:39 WIB

Gubernur Kalteng Salurkan 4.000 Paket Sembako Untuk Aparatur di Lingkungan Pemprov

Rabu, 16 September 2026 - 19:37 WIB

Perubahan APBD Lamandau 2026 Disepakati, Belanja Daerah Tembus Rp881,48 Miliar

Selasa, 15 September 2026 - 19:41 WIB

Agustiar Sabran Turun Langsung Salurkan Bansos Huma Betang ke Warga Sei Gohong

Senin, 14 September 2026 - 19:35 WIB

Kemarau Melanda, Pemkab Lamandau Percepat Distribusi Air Bersih ke Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Bupati Lamandau Dorong KKN UIN Palangka Raya Berlanjut ke Desa Terpencil

Berita Terbaru