PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran, mengimbau masyarakat agar lebih aktif mengambil peran dalam bidang pertanian sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi yang menjanjikan.
Dalam sejumlah pertemuan dan dialog bersama warga, Agustiar menyampaikan bahwa pertanian bukan sekadar kegiatan tradisional, melainkan sektor produktif yang mampu memberikan penghasilan besar jika dikelola secara serius dan modern.
“Bayangkan saja, dari satu hektare sawah bisa dihasilkan pendapatan hingga Rp65 juta. Apalagi kalau bisa panen tiga kali dalam setahun, tentu sangat menjanjikan,” ujar Agustiar saat menghadiri secara virtual kegiatan Gerakan Tanam Padi Serentak di 14 provinsi sentra padi utama bersama Presiden RI dan Menteri Pertanian dari Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rabu (23/4).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menekankan pentingnya perubahan paradigma terhadap dunia pertanian. Agustiar menyatakan bahwa menjadi petani saat ini tidak lagi identik dengan pekerjaan berat dan kurang menguntungkan. Dengan dukungan teknologi, mekanisasi, serta akses ke pasar dan permodalan, profesi petani kini memiliki prospek cerah.
“Tidak ada alasan untuk merasa minder menjadi petani. Ini profesi yang mulia dan sangat strategis. Dengan inovasi dan tekad, petani bisa menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan sejahtera,” tambahnya.
Kalimantan Tengah sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu daerah yang diproyeksikan menjadi lumbung pangan nasional di luar Pulau Jawa. Pemerintah pusat menaruh harapan besar pada wilayah ini untuk memperluas produksi pangan, khususnya padi, serta meningkatkan hasil komoditas pertanian lainnya seperti jagung, hortikultura, dan tanaman pangan lokal.
“Program revitalisasi pertanian di Kalteng juga didukung oleh penguatan infrastruktur irigasi, pelatihan bagi petani muda, serta pendampingan dari penyuluh pertanian untuk mendorong transformasi sektor ini menjadi lebih modern dan kompetitif,” tutupnya. (nr/sekaltengcom)








