Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Ingatkan Pemerintah Provinsi, Kendali Inflasi Target di Bawah 2,5%

- Publisher

Senin, 21 April 2025 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MENGIMBAU - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat memimpin Rakornas pengendalian Inflasi secara Virtual.(IST)

MENGIMBAU - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat memimpin Rakornas pengendalian Inflasi secara Virtual.(IST)

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga angka inflasi di bawah batas nasional, karena inflasi Indonesia belakangan ini stabil di bawah dua persen.

Menurut data BPS RI, inflasi tahunan (YoY) pada Maret 2025 dibandingkan Maret 2024 tercatat sebesar 1,03%. Sedangkan inflasi bulanan (MtM) di angka 1,65% (Maret 2025 dibandingkan Februari 2025).

“Ini masih terkendali, karena target kita nasional, adalah 2,5%, plus minus 1%. Artinya, range antara 1,5% sampai 3,5% masih oke, 1,03% masih menyenangkan konsumen,” kata Tito di rakornas pengendalian Inflasi secara Virtual. Senin, 21 April 2025.

Kendatipun demikian, Tito mengingatkan agar waspada dampak inflasi terhadap produsen terutama petani dan nelayan. Yang menjadi perhatian, panen yang berlebih pada jagung dan beras.

Pemerintah melalui Bulog menetapkan kebijakan pembelian gabah kering di harga Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram.

Tito berharap jika dilaksanakan konsisten akan menggembirakan para petani. “Itu cukup menggembirakan petani kalau dilaksanakan secara konsisten,” tambahnya.

Tambah Tito, inflasi dalam negeri di tiap daerah harus diperhatikan seperti Papua Pegunungan (8,05%), Papua Tengah (3,70%), Maluku (3,54%).

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Kunjungi RSUD Hanau, Tegaskan Komitmen Terhadap Kesehatan Masyarakat

“Meski menyenangkan produsen, angka ini memberatkan konsumen. Bila produsen berasal dari luar daerah, maka yang diuntungkan justru bukan masyarakat setempat. Kalau 3,5 angka yang masih ditoleransi, lebih dari itu hati-hati,”

“Di Papua Pegunungan ini gubernurnya baru, Pak John Tabo baru dilantik hari Kamis yang lalu. Nanti Ibu Ribka (Wamendagri), Pak Akmal Malik (Direktur Jenderal Otda) bisa telepon, perlu ada rapat bersama di sana,” imbaunya. (dcc/sekaltengcom)

Berita Terkait

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks
19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden
Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan
Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa
Abdul Hamid Dorong PDPKPNU Cetak Kader NU yang Aktif Bangun Lamandau
Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat
Jembatan Gantung Batu Ojung Diresmikan, Pemkab Lamandau Buka Akses Ekonomi Desa Petarikan
Stok BBM Subsidi Lamandau Dipastikan Aman, Pemkab Soroti Antrean dan Dugaan Pelansiran
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:33 WIB

BPBD Lamandau Perkuat Penanganan Karhutla, 15 Hotspot Terdeteks

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:31 WIB

19.992 Hotspot Terdeteksi, Gubernur Kalteng Laporkan Kondisi Karhutla ke Presiden

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Karhutla Kujan Mengancam Gardu PLN, Bupati Lamandau Turun Tangan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Pemkab Lamandau Perketat Distribusi BBM Bersubsidi, Kuota Disesuaikan Kebutuhan Desa

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:07 WIB

Bupati Lamandau: Tabligh Akbar Perkuat Iman dan Ukhuwah Masyarakat

Berita Terbaru